ARUSBAWAH//SAMPANG//Aktivis Mahasiswa Kab Sampang , M.A EFENDI meminta setiap pejabat di pemerintahan harus siap menerima kritikan dari pihak manapun, termasuk rakyat Indonesia terkhusus nya masyarakat Sampang. Menurutnya, jika seorang pejabat anti terhadap kritikan, dirinya meminta pejabat tersebut untuk mundur dari jabatan publik.kalau tidak mau dikritik tentang kinerjanya.
“Pejabat publik harus siap terhadap kritikan. Kalau pejabat publik anti kritikan jangan jadi pejabat publik, jadi orang biasa saja biar tidak ada mengkritiknya, kata Efendi saat berdiskusi.25/03/2023
Rakyat, kata M.a efendi, berhak mengkritik para pejabat publik. Sebab, kehidupan pejabat publik seperti gaji dan tunjangan lainnya berasal dari rakyat. Ia meminta seorang pejabat publik tak menggunakan perasaan saat menerima kritikan dari rakyat.
“Kalau rakyat mempertanyakan itu normal. Kalau tak kuat jadi pejabat publik maka mundur. Dari jabatannya, Jadi jangan pakai perasaan,” katanya.
Seperti halnya yang di lakukan oleh Camat Sreseh saat di kritik Malalui Via WhatsApp malah di blokir tentang masalah jalan yg sangat rusak, ini menjadi contoh yg tak elok untuk di tiru karena Kebebasan berpendapat, lanjut M.a efendi, merupakan hak dasar rakyat. Pro dan kontra dalam suatu kebijakan menurutnya hal biasa dalam demokrasi. Tugas pemerintah hanya menjelaskan kebijakan yang diambil dan dikritik rakyat, bukan menyerang personal pihak yang kontra.terkait kinerjanya bapak camat serezeh yang bungkam, karna digaji pakek uang rakyat.
“Pemerintah menjelaskan kebijakan yang diambil bukan menyerang personal. Menerima kritik bentuk pertanggungjawaban publik. Saya berharap ke depan UU ITE muncul menyelesaikan masalah yang merugikan rakyat,” katanya.
Ia pun mengungkapkan kualitas pejabat yang anti terhadap kritik nantinya hanya menganut sistem ABS yaitu Asal Bapak Senang.,” ucapnya.
(AMR)

