Bojonegoro, arusbawah.com – Dalam meningkatkan kinerja ATR/BPN Bojonegoro dalam menangani program PTSL yang bekerjasama dengan kades di wilayah kabupaten Bojonegoro, ATR/BPN melakukan pengangkatan sumpah panitia ajudikasi dan satuan tugas pendaftaran tanah sistimatis lengkap ( PTSL ) tahun 2023 di kantor pertanahan kabupaten Bojonegoro.
Acara dilaksanakan di kantor ATR/BPN Kabupaten Bokonegoro pada tanggal 10 januari 2023 dengan di hadiri kepala kantor ATR/ BPN kabupaten Bojonegoro Andreas Rochyadi,S.Sos., Beserra seluruh staf dan seluruh kades yang masuk dalam data mendapatkan program PTSL 2023 sebanyak 33 kepala desa. Sumpah dilaksanakan dengan pendamping rohanian dari agama islam yaitu Abdullah Hafid. S. Ag dan fr. Ridelfilio Andresito.CM hereja katolik santo paulus untuk penganut katolik.

Program.pengangkatan sumpah ini adalah pertama kalinya di lakukan pihak ATR/ BPN Kabupaten Bojonegoro. Dimana dalam pembukaan acara ini, Andreas Rochyadi selaku kepala kantor ATR/ BPN Kabupaten Bojonegoro di hadapan para hadirin menjelaskan ” Sesuai dengan peeaturan menteri ATR / BPN no 6 tahun 2018 pasal 11, Maka acara ini di laksanakan. Untuk wilayah propinsi jawa timur, Kabupaten Bojonegoro adalah yang melaksanakan pertama kali. Jadi untuk propinsi jawa timur wilayah kabupaten lain belum melaksanakannya”.
Dalam sambutan acara pengangkatan sumpah panitia sjudikasi dan satuan tugas PTSL tahun 2023, Andreas mengatakan” genderang sudah kita nyalakan. Kita harus sudah fight terhadap kegiatan di PTSL tahun 2023. Tahun ini diharapkan bisa sukses sama suksesnya dengan tahun 2022. Kemarin kita sudah tentukan desa – desa yang terpilih. Jadi untuk ketua tim dan anggota tim silakan mengatur strategi masing – masing. Apa yang harus dipersiapkan untuk menyelesaikan anggaran tahun 2023. Dan kita harus sepakat pada akhir juli sudah selesai”.
Andreas juga menambahkan” Tahun ini sangat berbeda dengan tahun sebelumnya. Kegiatan PTSL ini kita berusaha untuk menviptakan suatu desa lengkap. Dimana nantinya semua nidang tanah yang berada di wilayah desa harus di petakan kembali. Saatnya kita berbakti kepada masyarakat. Baik untuk bapak, Ibu kepala desa maupun kami sebagai abdi negara. Dan sebagai abdi negara dengan adanya program PTSL ini tentunya sudah berpengalaman dari tahun kemarin. Kita bisa berbagi pengalaman kepada desa yang tahun kemarin telah menjalankan program ini dengan baik. Dengan demikian, Tentunya pihak desa yang akan diuntungkan karena nama kepala desa baik di mata masyarakatnya. Tutup Andreas dalam pidatonya. (Edy)

