Surabaya.arusbawah.com. Bagaimana bisa bergerak, kalau kita semuanya selama hampir sudah dua tahun lamanya, terjadi pembekuan terkait pekerjaan-pekerjaan pembangunan yang melanda dunia construksi, terimbas oleh globalisasi pandemi saat itu. Maka, untuk tahun ini baru membuka lebar-lebar construksi membangun infrastruktur perkotaan, terutama untuk penanggulangan banjir membangun Saluran Box caulvert (Pendistrian Lebar>3 m).disepanjang wilayah wisata religi Ampel.

Adanya pembangunan proyek pendestrian tersebut, maka dari SKPD SDAM & BM kota Surabaya, sudah melelangkan pekerjaan tersebut,melalui ULP Kota Surabaya.Nama Tender. Pembangunan Pedestrian dengan Saluran (Lebar Pedestrian > 3 m) (JL. WILAYAH WISATA RELIGI AMPEL ) Jenis Pengadaan Pekerjaan Konstruksi.K/L/PD. Pemerintah Daerah Kota Surabaya.Satuan Kerja. Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga.Pagu Rp.20.004.210.532,00. HPS Rp.19.308.402.000,00.NPWP Harga Penawaran HargaTerkoreksi.Harga Negosiasi.Nama Pemenang.TECTONIA GRANDIS, PT.

Sepertinya selama ini, terkesan dari pihak SDAM & BM kota Surabaya,khususnya dari pihak Pengawas dan Rayon Utara, Teledor.Terkait Pengerjaan Box Caulvert Ampel. Namun, sangat di sayangkan melihat didalam pengerjaan proyek pendestrian tersebut, yang dikerjakan oleh pihak.TECTONIA GRANDIS PT selaku kontraktor pelaksana, sangat terkesan mengabaikan aturan-aturan pelaksanaan pekerjaan antara. Tidak memakai APD (K3).Tidak memakai penunjuk arah. Pengganjalan boc caulvert dengan batu paving dan Tanpa dewatering (box langsung masuk, red).
Menurut, informasi yang terkuat dijajaran Pemerintahan kota (Pemkot) Surabaya,berinisial “R” setelah diperlihatkan video pemasangan box caulvert,yang dikerjakan oleh pihak TECTONIA GRANDIS, PT. menjelaskan “seharusnya diberi pasir dulu, baru diuruk.gak boleh diganjel (paving, red).ungkap dia (sumber inisial “R” lagi.diganjel (bertumpuh) batu ya.hemm, yang jelas nggak boleh.ungkapnya sumber berpawakan luar pulau, berinisial “R” tadi.tidak menggunakan rompi pekerja.sepatu.rambu tidak ada.prosedur pemasangan tidak boleh diganjel dan harus di dewatering (Pengesatan air) supaya kering.” Jelas sumber berinisial “R”,yang sehari-hari menjadi rekanan di jajaran Pemkot Surabaya.

Masih,wawancara dengan pihak sumber yang terkuat, dijajaran Pemerintahan kota Surabaya berinisial “R”,yang nggak mau di mediakan namanya mengatakan ” Terpasang lahanya harus kering kecuali adanya pipa PDAM bocor.ulas sumber berinisial “R” lagi.ya kekurangannya hanya itu saja, sudah kesalahan fatal.mas.dari pihak pengawasan dan rayon utara itu teledor ” Pungkasnya sumber yang terkuat berinisial “R” saat itu.
Beda tempat,beda waktu saat dijalanan lorong arah keluar dari SKPD SDAM & BM kota Surabaya,sempat bisa dikonfirmasi Nanang selaku rayon utara, menegaskan ” saya segera akan menegur.ujar dia (rayon utara),sekali lagi akan saya tegur kontaktor dan pelaksananya.ucap orang yang berpawakan dagunya berjambang,ya itu sudah menyalah i speknya.mas” Tegas Nanang saat itu.Senin, 15/08/22.Siang.(BYP)

