Surabaya, arusbawah.com – Pembangunan projek gedung diatas tanah yang di anggarkan pendapatan belanja daerah (APBD) Tahun 2023, untuk penambahan fasilitas kesehatan masyarakat dikota Surabaya, yang harus nampak nyaman dan layak sisi pendirian pembangunannya, seperti pembangunan pukesmas Bulak Banteng.namun, sangat disayangkan apa bila melihat dari dasar pembangunan pukesmas Bulak Banteng, sangat-sangat ada dugaan semrawut.bahkan, setiap kali awak media online arusbawah@gmail.com kelokasi tidak pernah melihat satupun pengawas bahkan pptk selama ini.Apalagi, dari pengerjaan pembangunan projek Pukesmas Bulak Banteng, dibangun dengan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD)’2023, yang di menangkan pihak PT.Elang Mitra Regantama saat ini.

Pengumuman
Peserta
Hasil Evaluasi
Pemenang
Pemenang Berkontrak
Nama Lembut Pembangunan Puskesmas Bulak Banteng
Jenis Pengadaan Pekerjaan Konstruksi
K/L/PD/Instansi Lainnya Pemerintah Daerah Kota Surabaya
Satuan Kerja Dinas Kesehatan
Pagu Rp. 7.800.000.000,00
HPS Rp. 7.799.273.000,00
Nama Pemenang Alamat NPWP Harga Penawaran Harga Terkoreksi Negosiasi Harga
PT. Elang Mitra Regantama Jl. Pagesangan IV/58 – Surabaya (Kota) – Jawa Timur 80.507.448.1-609.000
Rp. 6.239.418.400,00
Rp. 6.239.418.400,00 –

Adanya kasus dari sebab pengerjaan pembangunan projek pukesmas Bulak Banteng, yang terancam adanya ketidak-layakan yang ditemukan hasil dari investigasi awak media online arusbawah@gmail.com antara lain.urukan tanah bekas campur sampah plastik dllnya. Tidak terlihat urukan sirtu. Cor-coran atap atas terkesan tidak sempurna.penataan batu bata putih terputus (sambungan, red).sedangkan selama ini terkesan pengerjaan pembangunan pukesmas tersebut, dari pihak PPK Dinkes Kota Surabaya Tutup Mata.Pembangunan Pukesmas Bulak Banteng Perlu di Tinjau Kembali.

Menurut, sumber yang terkuat saat keluar dari dalam pukesmas Bulak Banteng saat itu, sempat diwawancarai dari salah satu pekerja yang tidak mau disebutkan namanya dimedia, terkait pengerjaan pembangunan proyek pukesmas tersebut.mengatakan ” Sudah dipastikan proyek tersebut tidak dilaksanakan sesuai metodologi.ungkap dia (sumber terkuat di depan pukesmas) lagi.Urugan tidak menggunakan sirtu, urugan yang digunakan tanah bercampur dengan kotoran dan batu sisa bongkaran.ulas sumber yang nggak mau namanya dimediakan tadi,Pengecoran beton yang tidak merata, atau tidak padat dapat menyebabkan runtuhnya bangunan ” Pungkasnya,wanti-wanti namanya tidak dimediakan ketika itu.
Lebih lanjut masih sumber sehari-harinya pekerjaan selaku biro jasa kesehatan,sebelumnya pengalaman di proyekan swastaan dan pemerintahan selama ini,menyikapi cor-coran yang kurang padat.mengungkapkan ” Ini harus dibongkar dan dilakukan pengecoran ulang.ujar dia (sumber berparas pendek berkepala botak) saat itu, Kolom seharusnya di cor dahulu atau bersamaan dengan dinding, kemudian pengecoran balok.ulas dia atas pengalamannya.kesalahan prosedur bisa menyebabkan kegagalan struktur dan runtuhnya bangunan “Ungkap sumber yang terkuat saat itu di Pukesmas Bulak Banteng tersebut.
Kemudian lebih lanjut lagi, beda waktu beda tempat sempat salah warga berinisial AI tinggal di sekitar wilayah Bulak Banteng Sekolah I B, juga mantan aktifis (gerakan, red).menegaskan ” Kolom seharusnya di cor dahulu atau bersamaan dengan dinding, kemudian pengecoran balok, kesalahan prosedur bisa menyebabkan kegagalan struktur dan runtuhnya bangunan.ujar dia (berinisial AI) lagi.Proyek tersebut harus diruntuhkan dan dibangun ulang karena kesalahan prosedur.ungkap pria berbadan kurus tinggi,Dinas harus aktif dalam pelaksanaan kegiatan pembangunan, dinas tidak boleh lalai dalam menyikapi kontraktor nakal.”Tegas sumber (warga) berinisial AI saat itu.Begitu juga sempat Narko selaku pelaksana awak pembangunan pukesmas tersebut,sempat melontarkan” seharusnya wartawan poto-poto ijin dengan orang-orang proyek didirekit saat itu.”terkesan membuat aruran ilegal/sendiri.(BYP)

