Surabaya, arusbawah.com – Seumur kurang lebih dari 15 tahun sampai 17 tahun, usianya lahan parkiran di sisi utara samping RSU. Soewandhie yang dirintis oleh pihak karang taruna RW Tambak Bening Surabaya.tidak ada angin tidak ada pula hujan, tiba-tiba adanya pemberhentian kegiatan lahan parkir di sepanjang jalan Tambak Bening, oleh arogansi seorang Direktur RSU.Dr.Soewandhie bernama Billy. Padahal, sebelumnya RSUD.Dr.Soewandhie Direktur bernama Billy, selama ini tidak ada permasalahan baik dari sisi Kemacetan. Mobil ambulance bawa pasien. Bahkan, ada bukti dengan adanya hasil rapat kordinasi lahan parkir RSUD. Dr. Soewandhie, tertanggal. 29 Januari 2008.pk. 09:00.yang saat itu dipimpin rapat.Kepala (Direktur) RSUD.Dr.Soewandhie. Namun, sangat disayangkan, hasil resum rapat yang dihari Selasa, tertanggal. 07 Maret 2023.pk. 13:00 siang.diruang rapat gedung baru lt.7 RSUD Dr.Mochamad Soewandhie.Rapat Kordinasi membahas tindak-lanjut penataan,parkir di lingkungan RSUD Dr.Mochamad Soewandhie Surabaya, justru dari pihak kordinator ( pengayom red) Mochamad Lutfi merasa di hiraukan tanpa di beri kabar, dan dari beberapa RW pun di Wilayah Tambak Bening, tidak dihadirkan dalamacara tersebut.
Ada dugaan bahwa dari pihak Direktur RSUD Dr.Mochamad Soewandhi ada permainan dengan salah satu rekanan atau pihak PT untuk mengelolah lahan parkiran tersebut.sebab, dari pihak RSUD Dr. Mochamad Soewandhie menghentikan lahan tersebut hanya bisanya bertepuk sebelah tangan, kenapa.untuk lahan parkiran seberang depan RSUD.Dr. Mochamad Soetomo (khususnya depan swalayan minimarket, red) tidak ikut di berhentikan kegiatan lahan parkiran tersebut selama ini.
Hal kejadian diatas sempat bocor sampai ketelinga, salah satu Kordinasi Wilayah timur LSM.Laskar Merah Putih (LMP) Buyung, menyikapi adanya penghentian lahan parkiran tersebut, mengatakan ” Masalahnya direktur yg baru ( yg pernah di marahi eri) itu, jelas dia ( Buyung ) diduga ikut mengelola parkir di dalam rmh sakit, krn sepi, ungkapnya Korwil Laskar Merah Putih tadi, sedangkan yg disamping,khususnya yg dikelola karang taruna tambak bening malah, meminjam tangan Dishub, Satpol PP dan polisi.” Pungkasnya,saat di areal parkiran sepanjang jalan Tambak Bening.

Dengan kasus lahan parkiran tersebut,sangat disesalkan oleh pihak Kordinator (Pengayom, red) dari Karang Taruna RW Tambak Bening, Mochamad Lutfi pihaknya terkesan dianggap seperti teroris atau segerombolan oleh pihak RSUD.Dr.Mochamad Soewandhie menegaskan ” Justru dari pihak kami, kalau ada kegiatan dari RSUD sendiri,tidak pernah diundang (penberitahuan).ungkapnya Lutfi lagi, seperti hasil resum sendiri, hanya sepihak.jelasnya, kordinator (pengayom, red) tadi, tiba-tiba langsung pasang rambu-rambu.pemasangan barrier kanan dan kiri.”Tegasnya,saat dikonfirmasi saat itu.
Adanya,kasus tergusurnya lahan parkiran, yang disamping RSUD Dr.Mochamad Soewandhie sepanjang jalan Tambak Bening, di sebabkan dugaan arogansi seorang direktur Billy RSUD. Dr. Mochamad Soewandhie. Sempat di respon oleh pihak Mariam selaku Anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya, mengungkapkan “Semuanya pasti dibersihkan,bukan hanya samping RSUD ini” ulas dia, pasti dipanggil semuanya baik dari Karang Taruna RW Tambak Bening. Jelas Anggota Komisi D tadi, untuk supaya tidak kemaceta, dari mobil ambulance antar pasien.” Ungkapnya, saat usai rapat di RSUD Dr.Mochamad Soewandhie dikonfirmasi awak media arusbawah. (BYP)

