Bojonegoro, arusbawah.com – Gedung DPRD kabupaten Bojonegoro telah melaksanakan rapat paripurna. Adapun rapat paripurna ini dilaksanakan di ruang paripurna gedung DPRD yang baru
Rapat paripirna dilaksanakan pada tanggal 8 Maret 2023. Paripurna ini membahas” Penyampaian nota penjelasan bupati Bojonegoro tentang laporan keterangan pertanggungjawaban ( LKPJ ) bupati tahun 2022. Serra pembentukan pansus LKPJ bupati tahun 2022″.
Hadir dalam acara paripirna bupati Bojonegoro DR. Hj. Anna Mu’awanah, Pimpinan DPRD dan anggota DPRD, Forkopimda, Sekreraris daerah Nurul Azizah, Staf ahli bupati, Asisten sekretaris daerah, Kepala OPD, Camat sekabupaten Bojonegoro serta para undangan lainnya.
Dalam.penyampaian nota penjelasan bupati Bojonegoro DR Hj. Anna Mu’awanah di hadapan para undangan menyampaikan’ Untuk kabupatenBokonegoro target belanja Rp 5.393.152.149.138.00. Dapat di realisasi Rp 5.378.024.840.058.75. Denganmpencapaian 82, 83%. Untuk indek pambangunan manusia di kabupaten Bojonegoro mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya. IPM Bojonegoro tahun 2022 adalah sebesar 70,12 atau tambah 0.77% meningkat 0.53 poin di banding 2021 sebesar 69,59 kabupaten Bojonegoro merupakan satu – satunya di jawa timur yang IPMnya naik kelas.

Begitu juga intuk angka kemiskinan di kabupaten Bojonegoro mengalami penurunan. Dari sebesar 1,06% yaitu 12,21% pada tahun 2022 dan 13,27% pasa tahun 2021, Atau jumlah penduduk miskin di kabupaten Bojonegoro pada tahun 2022 mengalami penurunan sebanyak 13, 120 jiwa. Pada tahun 2021 jimlah penduduk miskin sebesar 166,52 ribu jiwa menjadi 153,40 ribu jiwa pada tahun 2022. Penurunan kemiskinan menunjukan arah kebijakan pemkab terutama 17 program prioritas yang selama ini dilaksanakan sudah berdampingan efektif terhadap 3 aspek yaitu pengurangan beban pengeluaran, Peningkatan pensapatan dan mengurangi kesenjangan wilayah.
Pertumbuhan ekonomi sebagai salah satu tolok ukur fundamental ekonomi daerah tanpa memperhitungkan sektor migas mengalami peningkatan sebesar 2,44 poin dari tahun sebelumnya 3,55% di tahun 2021 naik menjadi 6,04 % pasa tahun 2022. Untuk inflasi kabupaten Bojonegoro tahun 2022 mengalami peningkatan 0.53 poin dibanding tahun 2021 yaitu 1,44 poin. Pada tahun 2022 menjadi1.97 poin. Namun kenaikan ini masih di bawah level nasional. Naiknya angka inflasi tersebut dipengaruhi oleh kelompok administares price yaitu BBM yang mengalami kenaikan harga pada bulan September. Kenaikan inflasi sebesar 0,53 poin. Ini menunjukan sinyal positif daya beli masyarakat yang perlahan naik pasca pandemi.
Bupati juga menjelaskan indek reformasi birokrasi kabupaten Bojonegoro dalam perkembangannya terus mengalami peningkatan. Begitu juga dengan capaian indek pembangunan gender. Kabupaten Bojonegoro dari tahun ke tahun mengalami peningkatan. Hal ini menggambarkan keseriusan dan komitmen pemerintah dalam mendorong kesetaraan dan keadilan gender dalam aspek pembangunan.
Begitu juga dengan capaian urusan wajib yang berkaitan dengan pelayanan dasar yaitu urusan pendidikan, urusan kesehatan, Urusan kesehatan, Urusan pekerjaan umum dan penataan ruang, Urusan perumahan rakyat dan kawasan permukiman, Urusan ketenteraman, ketertiban umum dan perlindungan masyarakat serta urusan sosial mendapat predikat kinerja sangat tinggi. Dan untuk capaian urusan wajib non pelayanan dasar juga mengalami peningkatan. Tutup bupati Bojonegoro dalam nota penjelasan tentang laporan kererangan pertanggungjawaban. (Edy)

