SAMARINDA — Mahasiswa semester 5 Fakultas Kehutanan dan Lingkungan Tropis Universitas Mulawarman menghadirkan Woody Tales, puzzle edukatif berbahan limbah serbuk kayu yang mengajak anak mengenal satwa Indonesia melalui permainan dan misi penyelamatan habitat.

Produk ini mulai dirancang sejak Maret 2026 melalui Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Kewirausahaan. Woody Tales menggabungkan permainan puzzle dengan edukasi konservasi, sehingga anak tidak hanya menyusun gambar, tetapi juga mengenal satwa, habitat, serta berbagai tantangan yang dihadapi lingkungan tempat satwa hidup.
Dalam permainan, anak menjalankan misi untuk membantu menyelamatkan habitat satwa. Puzzle dilengkapi informasi dan elemen interaktif yang membuat proses mengenal satwa berlangsung sambil bermain.
Satwa yang diperkenalkan melalui Woody Tales antara lain bekantan, bangau bluwok, pesut, siluk merah, komodo, rusa timor, trenggiling dan orangutan Kalimantan.
Konsep tersebut mendapat respons pasar. Sebanyak 50 produk terjual dalam empat hari sejak peluncuran, dengan pemesanan menjangkau Samarinda, Tenggarong, Solo, Jakarta, hingga Jawa Tengah.
Woody Tales dikembangkan oleh mahasiswa semester 5, yaitu Fahriyyah Nabilazzahrah sebagai ketua, bersama Annisa Kelara, Helena Evania Songga, Marina, dan Cresensia Aprilia Mayen Sopen, di bawah bimbingan Alfia Dewi Fadwati, S.Hut., M.Sc.
Selain membawa edukasi konservasi, Woody Tales mengolah limbah serbuk kayu menjadi produk edukatif bernilai guna. Melalui jargon “Main Seru, Kenal Satwa Baru”, tim ingin membuat pengenalan satwa dan kepedulian terhadap habitat terasa lebih dekat dengan dunia anak.
Dokumentasi PKM-K Woody Tales – Universitas Mulawarman

