ARUSBAWAH//SURABAYA//Memasuki awal” Tahun baru 2026 ini, segera terciptalah nuansa keindahan kota Surabaya salah satu program Eri Cahyadi periode ke dua dari jabatannya selaku Walikota Surabaya.
Salah satu pengerjaan projek pembangunan Taman Mundu kota Surabaya, memasuki awal bulan February tahun 2026, diambilkan dari dana atau Anggaran Pendapatan Belanja Daerah ( APBD ) kota Surabaya, diduga sebesar Miliyaran rupiah.Ini namanya bukan merevitalisasi tapi mengubah pencatatan dalam data sejarah Taman Mundu tersebut.
Sedangkan, pengerjaan projek pembangunan atau perombakan Taman Mundu, terkesan amburadul,dimulai dari pengerjaan tidak adanya Direkit. Papan nama proyek. Tanah urukan yang seharusnya fadel, bukan malah bongkaran-bongkaran batu gragal hal seperti ini terkesan serampangan,ada dugaan bermain api.
dari pandangan masyarakat luas (publik) tata cara pengerjaan projek Taman tersebut terkesan menghambur-hamburkan keuangan Negara.Tanggal kontrak tidak terpapang.Terkesan seperti “Projek tidak jellas seperti Bayang-Bayang
Di duga Tanpa SPK Sudah Ada Pengerjaan”saat di konfirmasi awak media by pon”kontraktor bernama.JI dan Kadis.DLH bernama Dedi serta Kabid.Taman bernama.Pramoedita, tidak ada jawaban (Rabu, 25 February).
Dari hasil investigasi dilapangan reporter media Online Arus bawah, terkesan dipingpong oleh salah satu pekerja yang ada di lapangan
Saat di desak dengan banyak pertanyaan oleh awak media para pekerja yang berinisial Ws akhirnya memberikan informasibahwa pekerjaan ini yang mengerjakan Jumadi.ujarnya,pria yang yang di kenal sebagai mandor ini mengatakan” Kalau masalah itu (SPK dll) nya nggak tau Ungkapnya ! Coba tanya bosnya (pemilik CV) kekantor.mas.” Aku salah satu pekerja berinisial Ws sambil momong salah satu putranya saat itu.
Namun, beda dengan pernyataan dari salah satu aktifis dari LSM.Laskar Merah Putih (LMP) bernama julukan si Buyung mantan tenaga Honda (Pemkot) Surabaya, mengatakan ” Itu sudah menghambur-hamburkan uang rakyat, yang tersedot di APBD kota Surabaya selama ini.ungkap si Buyung lagi, itu dulu dibangun dengan uang, tapi kenapa harus di bongkar, ada apa ya dengan adanya pembongkaran taman tersebut.”Katanya diruangan kerjanya saat itu.
Masih, dengan anggota LSM. Laskar Merah Putih (LMP), sedangkan pihaknya (si Buyung) mengisahkan pengalamannya saat di Pemkot Surabaya.menegaskan ” Seharusnya, mereka (PPK) harusnya kalau bisa itu menambahi bagi ruang yang kosong, saya dulu, untuk mengerjakan di Taman Flora, tidak pernah mau bongkar, justru malah saya survei dulu ada nggak, ruang kosong yang harus dibangun, untuk menambahi keindahan fasilitas taman flora tersebut.tukasnya, mantan pegawai Honda Pemkot,
Tapi saya nggak pernah untuk rencana bongkar taman flora, walau pun taman tersebut di bangunĀ sekitar th. 6oan saat itu.justru dia (anggota LSM.LMP) lagi, taman flora (contoh, red) sudah ada konsep (desain, red) nya sejak dulu dan saya tidak perlu mengubah konsep (desain, red) itu.saya berpikir untuk memanggil konsultan perencanaan saja, dari pihak mereka (Dinas Lingkungan Hidup, red), sudah pakai uang Negara.saya kira mereka juga sudah mempertimbangkan itu.lo.”Tegas si Buyung,
terkesan agak memerah wajahnya saat di wawancarai Reporter dari awak media.
(barri/team)

