Vendor Selalu di Rugikan Ketika Even tidak Berjalan Mulus

ARUSBAWAH.com,Bogor 1 Juli 2024′ Mengapa setiap event yang bermasalah pihak vendor yang selalu jadi korban, seperti kasus event lentera festival yang di selenggarakan pada hari minggu tanggal 23 Juni yang harusnya menampilkan beberapa artis seperti feel koplo dan ndx.

Ribuan penonton yang telah membeli tiket merasa di rugikan oleh pihak panitia karena artis yang mereka tunggu tunggu tidak dapat hadir di karenakan ada masalah administrasi pihak panitia dan management artis, para penonton yang hadir melampiaskan kemarahannya dengan merusak dan menjarah barang2 yang ada di sekitar lokasi yang sebetulnya bukan milik panitia acara melainkan milik vendor yang mereka sewa.

Banyak vendor yang mengalami kerugian mencapai puluhan bahkan ratusan juta rupiah di karenakan alat mereka rusak dan bahkan ada yang hilang, sedangkan pihak panitia tidak bisa berbuat apa apa ketika kerusuhan terjadi. Harga sewa yang seharusnya di Terima oleh vendor pun belum bisa menutupi kerugian tersebut.

Banyak kasus yang menimpa vendor yang di rugikan di karenakan pihak EO yang tidak bertanggung jawab yang bermasalah dengan pihak pemegang project, yang seharusnya menjadi resiko pihak EO malah menjadi beban di pihak vendor.

Event yang di selenggarakan oleh salah satu produsen produk susu formula untuk balita yang rencana nya akan di laksanakan di lima kota, jakarta, medan, balikpapan, makasar dan surabaya.

Event pertama yang di adakan di jakarta tepat nya di mall casablanca pada tgl 24 sampai dengan 26 Mei itu di anggap tidak berjalan dengan semesti nya oleh pemegang project dan yang akhir nya memutuskan kerjasama secara sepihak oleh pemegang project kepada EO

Vendor yang sudah melaksanakan dan menuruti semua keinginan pihak eo atau pun pemegang project terancam tidak mendapatkan bayaran yang seharusnya menjadi hak vendor karena sudah menyiapkan semua equipment yang di minta untuk event tersebut, kejadian ini di alami oleh mas heri salah satu vendor event di jakarta.
di karenakan pihak eo tidak melanjutkan event roadshow itu ke titik kota berikutnya, dengan alasan tersebut yang akhirnya membuat pihak eo tidak menunaikan kewajiban nya kepada pihak vendor.

Ada banyak kasus seperti itu yang di alami oleh para vendor hingga mengakibatkan kerugian di pihak vendor ,sehingga pihak vendor harus bisa menyiapkan langkah langkah hukum yang bisa di lakukan untuk mendapatkan hak nya.
Di hubungi via telepon ketua Komunitas RENTAL INDONESIA Bpk Risyad Fauzie mengatakan perlu nya meningkatkan SDM dan mengukuhkan legalitas usaha sebagai vendor untuk meminimalisir kejadian serupa ke depannya,

Untuk itu Bpk Risyad berharap agar seluruh pelaku usaha untuk mengurus legalisasi perusahaan agar bisa mendapatkan perlindungan hukum bila ada kejadian serupa kembali terjadi. Dan beliau berharap agar para pelaku usaha tidak asal menerima pekerjaan yang dapat merugikan, sehingga di perlukan cek dan ricek kepada pihak penyewa atau penyelenggara acara apakah bisa bertanggung jawab jika terjadi hal2 yang tidak kita inginkan.

Komunitas RENTAL INDONESIA sendiri mempunyai wacana untuk mendirikan badan hukum agar seluruh anggota komunitas bisa mendapatkan perlindungan hukum, sehingga jika ada kejadian yang dapat merugikan pihak vendor dapat menempuh jalur hukum ke depannya. Dan berikut beberapa point yang di sampaikan oleh ketua umum komunitas RENTAL INDONESIA Bpk Risyad Fauzie untuk seluruh para pelaku usaha rental:

1.Meningkatkan Standarisasi Usaha seperti :
– Legalitas Usaha
– ⁠Standarisasi Management
– ⁠Standarisasi Pelayanan
– ⁠Standarisasi Product Barang
– ⁠Standarisasi Sumber Daya Manusia
2) Setiap Transaksi harus ada Collect Data yang Jelas :
– Penawaran
– ⁠Penagihan
– ⁠Kontrak Kerjasama
berikut dengan detail :
– Term Of Payment
– ⁠Mitigasi
– ⁠Spesifikasi Equipment
– ⁠Force Major
– ⁠Validasi Event dan Domisili Usaha lawan Transaksi
3) Membangun Syinergi bersama baik se Industri atau gabungan untuk perlindungan Hukum atau Payung Hukum, kontrak kerjasama antar badan Firma Hukum dan Komunitas/Asosiasi dengan jangka waktu yang telah di sepakati bersama,jelasnya.

Di hubungi di tempat terpisah Bpk Hafid Kesuma Wardhana ketua komunitas RENTAL MUSLIM INDONESIA dan sekaligus pemilik usaha Rajaalatevent.com pun mengatakan hal yang sama, sebelum kita menerima pekerjaan tersebut kita harus melihat bibit bebet bobot pihak penyewa atau penyelenggara acara sehingga kita dapat mengetahui apakah pihak penyewa tersebut dapat di percaya atau bertanggung jawab.
Beberapa poin himbauan kepada para vendor dari Komunitas Rental Muslim Indonesia untuk mencegah terulangnya kejadian vandalisme saat konser di masa depan:
1.Menjalin Kerjasama dengan Event Organizer yang Terpercaya, Selalu pastikan untuk bekerja sama dengan Event Organizer yang memiliki reputasi baik dan track record yang terbukti dalam mengelola acara secara profesional dan aman.
2.Memeriksa Kontrak dengan Teliti**: Sebelum menyetujui kerja sama, teliti dengan seksama semua detail kontrak terkait tanggung jawab Event Organizer terhadap keamanan peralatan serta pengelolaan acara secara keseluruhan.
3.Menyepakati Standar Operasional**: Pastikan untuk menetapkan standar operasional yang jelas dalam setiap kontrak penyewaan, termasuk prosedur keamanan dan penanggulangan risiko yang harus dipatuhi oleh semua pihak terkait.
4.Memonitor Acara Secara Aktif**: Selalu ada dalam jangkauan atau menugaskan perwakilan untuk memantau jalannya acara secara langsung guna memastikan semua peralatan dan prosedur yang disepakati dijalankan dengan baik.
5.Komitmen terhadap Keamanan dan Keprofesionalan**: Anggota Komunitas Rental Muslim Indonesia dihimbau untuk tidak mengabaikan atau menoleransi pelanggaran terhadap kesepakatan yang telah ditetapkan, terutama terkait keamanan dan kualitas pelaksanaan acara.
6.Kolaborasi dengan Pihak Berwenang**: Berperan aktif dalam bekerja sama dengan pihak berwenang seperti kepolisian atau pihak terkait lainnya untuk memastikan keamanan selama dan setelah acara berlangsung.
7.Edukasi dan Pelatihan**: Melakukan edukasi dan pelatihan secara berkala kepada anggota komunitas tentang praktik terbaik dalam manajemen risiko dan keamanan event, serta peningkatan keterampilan dalam menangani situasi darurat.
Dengan mengimplementasikan poin-poin ini, Komunitas Rental Muslim Indonesia berharap dapat mencegah kejadian yang merugikan seperti konser ricuh dan pembakaran peralatan event, serta memastikan keselamatan dan kualitas layanan terjamin bagi semua pihak yang terlibat dalam industri rental peralatan event di Indonesia. (R irawan)

More From Author

Tingkatkan Skill Pertempuran, Siswa Kodikmar Kodiklatal Lattek Kavaleri Dalam Operasi Darat

Wujud Rasa Syukur Atas Kesuksesan Raih Juara Umum Poral Wiltim 2024, Dankodiklatal Gelar Tasyakuran