Surabaya.arusbawah.com – Pembangunan plengsengan batu kali (pendalaman saluran branggang, red) di sepanjang jl.Gayungsari Barat-Dinas Peternakan.berfungsi untuk mengantisipasi terjadinya banjir.disamping itu juga sudah bagian dari infrastruktur penataan kota Pemerintahan kota Surabaya, hal ini salah satu sebuah karya dari kepemimpinan Eri Cahyadi selaku walikota Surabaya selama ini,meskipun bisa dibilang volume dari pengerjaan projek yang dikerjakan oleh pihak CV.HARI,namun sangat disayangkan dari pengerjaan projek tersebut jarang sekali di sidak oleh pihak jajaran Dinas SDAM&BM kota Surabaya, di lokasi proyek saat awak media online arusbawah@gmail.com.Apakah, benar ada perintah dari orang nomer 1 (satu) di kota Surabaya, untuk setiap PPK (Pejabat Pembuat Komitmen) melakukan pemebiaran terhadap tugas-tugas mereka selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) selama ini.

terhadap kontraktor pelaksana sebagai pemenang tender,seperti.Peserta
Hasil Evaluasi
Pemenang
Pemenang Berkontrak
Nama Lembut Pembangunan Plengsengan Saluran Batu Kali 40/120 Tinggi 300 (pendalaman saluran brandgang gayungsari barat – dinas peternakan)
Jenis Pengadaan Pekerjaan Konstruksi
K/L/PD/ Instansi Lainnya Pemerintah Daerah Kota Surabaya
Satuan Kerja Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga
Pagu Rp. 5.978.908.699,00
HPS Rp. 5.482.109.687,00
Nama Pemenang Alamat NPWP Harga Penawaran Harga Terkoreksi Negosiasi Harga
CV HARI JL.MEDOKAN AYU MA IE NO 39 – Surabaya (Kota) – Jawa Timur 80.968.019.2-615.000
Rp. 4.385.687.751,93
Rp. 4.385.687.751,93

Hasil dari temuan investigasi awak media online arusbawah.com banyak bahwa pengerjaan projek pendalaman saluran plengsengan batu kali (Branggang, red) yang dikerjakan oleh pihak CV.HARI antara lain.Tanpa ada Dewatering (pengeringan, red).Spesi semen berongga. Belum finishing sudah kena air.tanpa di Kisdam.Bambu seharusnya dibawah dan Semen pun merk Grobokan tidak sesuai spesifikasi bahan.Amburadulnya Pengerjaan Branggang Gayungansari Barat.di Duga Tanpa Sesuai Spesifikasi Bahan.Hal ini pun sempat dari pihak Rayon.PPTK dan PPK pun tutup mata dan pembiaran selama ini.

Menurut sumber terkuat dilokasi projek tersebut berinisial IA selaku kenek bus yang mangkal disitu menjelaskan ” Pekerjaan plengsengan batu kali seharusnya dikerjakan dengan cara di kisdam atau di bendung, ujar dia lagi, kemudian di keringkan baru dimulai dengan tahapan pondasi bawah sampai atas kemudian finishing.ungkapnya sumber inisial IA tadi, Tahapan yang harus dilaksanakan :
1. Kisdam atau di bendung satu sisi
2. Kemudian pasangan pondasi batu kali.3. Di plester finishing.” Jelas kenek bus berinisial IA saat itu.
Lebih lanjut, sumber berinisial IA berlatar-belakang mandoran dulunya,menyikapi cor-coran pondasi bawah,mengatakan “Baru bisa difungsikan, tidak terendam air seperti di lokasi tersebut. Ungkap dia berparas rambut cepak saat itu,Ini salah, karena belum di finishing sudah terkena air limbah yang bercampur dengan berbagai zat dan kotoran.ulasnya (Sumber berinisial IA) tadi,Spesi semen pasangan batu kali masih berongga, bisa mengurangi kekuatan pasangan batu kali.”Pungkasnya.
Beda waktu bersamaan dilokasi saat itu, salah satu pekerja diprojek tersebut yang belum sempat ditanya namanya, mengungkapkan ” Semen tidak masuk dalam RKS,kemarin lusa jumlahnya 200 sak.tukas dia seraya menikmati waktu istirahatnya,Semen tidak sesuai spesifikasi.ujar pekerja separuh baya,Ini bambu kenapa di samping,Seharusnya terucuk bambu berada di bawah.”Ungkap pekerja menikmati waktu istirahatnya dengan merokok saat itu.(BYP)

