Surabaya, arusbawah.com – Mulai viralkah kasus pemalsuan identitas atau tanda-tangan pendamping dari calon nasabah, yang mau adanya peminjaman di salah satu Koperasi Simpan Pinjam (KSP) di Surabaya, dilakukan oleh pihak marketing (petugas di lapangan), hendak meloloskan secara administrasi,agar supaya bisa keluar secepatnya,dana pinjaman tersebut.Apalagi, Koperasi Simpan Pinjam (KSP) yang menangani bagi para pensiunan TNI.Polri dan PNS khususnya dikota Surabaya selama ini.
Hal seperti kejadian diatas, sempat dialami salah satu pendamping yang bernama.Nostalgia putri dari Nasabah bernama.Agustinus Pelupessy,korban dari pemalsuan data (tanda-tangan pendamping) yang di duga oleh pihak x marketing (saat itu petugas lapangan) KSP.Nasari bernama.Ita (Ririn, red).sebab, data dari hasil ditemukan yaitu Surat Pengakuan Pinjaman, atas nama Nostalgia dan tanda-tangan bermaterai.tertanggal. 10 Januari 2019.No Rek. 0050111000/305. 06. No. 06.00 : 702576. dan pinjaman sebesar Rp. 57.500.000,- terima bersih sebesar Rp. 42.500.000,- Sedangkan, dari pihak Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Nasari, yang berlokasi di Surabaya, yang dipimpin Ferry Irawan selaku Kepala Cabang, diduga melakukan pembiaran atas kejadian tersebut.

Apalagi, menilai dari kedua stafnya bernama.Dewi Suwandani selaku kabid.SDM dan salah satu kasi bernama.Aris terkesan menyepelehkan kasus pemalsuan tanda-tangan pendamping dari atas nama Nasabah bernama.Agustinus Pelupessy, yang dilakukan x marketing bernama.Ita (Ririn, red) untuk dipertanggung-jawabkan selama ini.
Menurut, si korban (pendamping) pemalsuan tanda-tangan yang dilakukan oleh pihak x marketing (saat jadi petugas lapangan, red) bernama.ita (Ririn, red),sempat di klarifikasi oleh pihak awak media online arusbawah@com mengaku “pihaknya tidak pernah diajak nasabah (orang tua)nya kebank Bumi Artha mau pun di Nasari.jelasnya turunan orang timur ini.lagi bahkan pihanya (saya) baru tahu dan kali ini, saya masuk kekantor koperasi Nasari.ungkap dia (Nostalgia) tadi,saya tidak pernah menanda-tangani surat (SPM) ini.nggak ada coret-coretan seperti ini dan nama saja sudah salah.” Aku Nostalgia saat itu.
Beda lagi, dengan pihak Koperasi Simpan pinjam (KSP) Nasari, sempat awak media online arusbawah@com menemui Dewi Suwandani selaku Kabid.SDM,di klarifikasi terkait tanda-tangan (palsu) tersebut. , mengatakan ” yang mengisi petugas,ya mbak Ita (Ririn, red) nya.ungkapnya kabid SDM lagi, saya nggak tau. (Ketika ditanya terkait KTP pendamping).ungkap dia (Dewi),memang semua petugasnya yang menulis.”Katanya.
Masih lebih lanjut lagi, Dewi sendiri terpojok atas pertanyaan-pertanyaan dari pendamping (anak) nya dari Nasabah soal surat pengakuan pinjaman dikantor KSP.Nasari, mengungkapkan ” saya juga kurang tau.ujar Dewi lagi.saya khan juga tidak tau.pak (kepihak anaknya)”ungkap Dewi seraya menyarankan pihak anak dari nasabah, untuk menghubungi x marketing tersebut.padahal, semuanya itu adalah kewajiban dan rasa tanggung-jawab dari pihak Managemen KSP.Nasari, terkesan adanya pembiaran selama ini. (BYP)

