Surabaya, arusbawah.com. Sudah dua tahun lamanya, terjadi pembekuan terkait pekerjaan-pekerjaan pembangunan yang melanda dunia construksi, terimbas oleh globalisasi pandemi saat itu. Maka, untuk tahun ini baru membuka lebar-lebar construksi membangun infrastruktur perkotaan, terutama untuk penanggulangan banjir membangun rumah pompa dan saluran batu kali.
Hal ini sempat terjadi terkait pengerjaan pembangunan proyek rumah pompa dan saluran Kebonsari Surabaya, terkesan memiliki kendala yang dialami pihak.kontraktor pelaksananya, dikarenakan untuk kabid.perencanaan tidak sesuai realita (dilokasi, red), yang tidak bisa dimasuki alat berat seperti bego,untuk pengerukan tanah lumpur sedalam kurang lebih 2 meter. Sebab, dari bidang perencanaan SDAM & Bina Marga kota Surabaya,bisanya hanya copi paste (tengok di lpse saja) terkait lokasi pengerjaan proyek Kebonsari tersebut.Kode Tender 11502010.
Nama Tender Pembangunan Rumah Pompa dan Saluran Kebonsari. Jenis Pengadaan Pekerjaan Konstruksi. K/L/PD Pemerintah Daerah Kota Surabaya
Satuan Kerja Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga. Pagu Rp. 23.140.172.486,00
HPS Rp. 18.817.702.387,00. Nama Pemenang Alamat NPWP Harga Penawaran Harga Terkoreksi Harga Negosiasi. PT. SARANA MARGA PERKASA JL. NGAGEL JAYA SELATAN ( RMI ) BLOK B – 12 – Surabaya (Kota) – Jawa Timur.
Menurut, salah satu sumber yang terkuat di Pemerintahan kota (PEMKOT) Surabaya yang tidak mau disebutkan namanya dimedia.mengatakan ” Proyek ini sepertinya sulit dikerjakan, sebab apa, lokasinya sempit (kurang lebih 1 meter).ungkap dia (Sumber saat di pemkot) lagi, gak mungkin alat berat seperti bego masuk kesini (kampung, red).ini sudah kesalahan bukan dari kontraktornya,tp perencanaannya.Jelas sumber salah satu rekanan di pemkot tadi.
Lebih lanjut, saat itu dari pihak awak media arusbawah.com,bisa menemui beberapa warga yang terkesan membicarakan terkait proyek pengerukan dilokasi depan rumahnya.diantara mereka (warga) salah satunya sempat yang berinisial “F” dikonfirmasi, mengatakan ” lah ya,mas dengan lokasi sempit seperti ini,apa bisa alat beratnya masuk kesini (kampung ini).ungkap dia (sumber berinisial “F”) lagi,terus hasil pengerukannya sekarang,mau dibuang kemana.mas.selahnya saat diwarung sumber berpawakan tinggi besar,tadi.kalau misalkan, pengerukannya dengan tenaga manual (manusia, red), jelas ada adendum (perubahan).mas” Pungkasnya.
Lebih lanjut lagi, masih dengan sumber yang berinisial “F” terkait, lokasi proyek tersebut, menegaskan ” kalau dilihat dari rencana untuk pengerjaan itu,jelas yang salah Perencananya,mas.ulas dia (ternyata sumber mantan alumni PTN di Surabaya, red) lagi, mungkin saja dari pihak perencanaan (oknum)nya tidak pernah turun kelapangan,hanya lihat lpse saja.ujar sumber berinisial “F”, proyek ini jelas ada dugaan merugikan keuangan negara.mas” Tegas sumber berinisial “F” yang namanya tidak mau dimediakan namanya.
Selain itu, kasus pengerukan saluran di Kebonsari sempat terdengar ditelinga, dari Forum Kajian Rakyat (FKR) Surabaya Ferry Kurniadi,menjelaskan ” kalau pengerukàn itu pakai bego jelas ngģak bisa, terus gimana.ungkapnya Ketua FKR lagi, harusnya manual ya,khan.lah kalau manual otomatis kontraknya, dalam kontraknya memakai sewa alat berat.seperti bego.lugas Ferry tadi,otomatis khan nggak sewa ya, seperti tidak bisa disalahkan kontraktor.ya bisa jadi perencananya” Jelas Ferry kepihak awak media arusbawah.com, saat itu dilokasi proyek tersebut.
Saat ketika bisa dihubungi, dari pihak Lilik Irianto, diklarifikasi terkait pengerjaan Rumah Pompa & Saluran Kebonsari,mengatakan ” Itu untuk jalan excavaror mas bro.ungkap dia (Kadis SDAM & BM) lagi, sementara aja, setelah plengsengan dibuat baru dikeruk 😅😅😅” pungkas Lilik Irianto selaku Kadis SDAM & BM kota Surabaya.(BYP)

