Surabaya,arusbawah@com. Pengerjaan didalam pekerjaan uditch (Gorong-gorong, red) di wilayah kota Surabaya, untuk penanggulangan banjir di beberapa wilayah kota Surabaya.sedangkan, sudah terpasang dari beberapa titik-titik di wilayah timur dan ada yang mulai dikerjakan.sebab, wilayah-wilayah tersebut terkenal banjir (tergenang air hujan), Walaupun, di kota Surabaya sendiri sudah ada penampungan air bernama Busem.Hal tetapi sangat di sayangkan, terkait pekerjaan yang selama ini masih banyak, sangat-sangat nampak tidak berarturan, cara pengerjaannya selama ini.

Apalagi, pekerjaan pemasangan uditch (gorong-gorong, red), yang dikerjakan dengan situasi dan kondisi siang mau pun malam, itu pun sama saja artinya pengerjaan didalam hal pekerjaannya,tetap masih ada saja yang ditemukan, dari sorotan awak media online arusbawah@com terkait pengerjaan salah satu paket pekeejaan yang dikerjakan oleh pihak pemenang tender (lelang, red) Nama Tender Pembangunan Jalan Paving Baru Lebar 6 m dan Saluran 40/60 dengan Cover Dua Sisi (JL. JALAN KARANG ASEM XVI (LINGKUNGAN) ) Jenis Pengadaan Pekerjaan Konstruksi K/L/PD Pemerintah Daerah Kota Surabaya.
Satuan Kerja Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga Pagu Rp. 1.636.005.000,00 HPS Rp. 1.588.915.000,00 Nama Pemenang Alamat NPWP Harga Penawaran Harga Terkoreksi Harga Negosiasi CV. HAREN EMPAT JL. BANYU URIP KIDUL II MOLIN 3/78 – Surabaya (Kota) – Jawa Timur 01.592.694.2-614.000 Rp. 1.269.244.764,63 Rp. 1.269.244.764,63
Sempat kasus pengerjaan proyek yang dikerjakan oleh pihak CV.HAREN EMPAT, ditemukan tanpa adanya Rekgit.Papan nama proyek.tanpa Dewatering (pengeringan air).Box (uditch) langsung masuk,meskipun ada dugaan tanpa lantai dasar di RANnya, sehingga pengerjaan projek dijalan.Karangasem XVI tersebut tak berarturan dengan peraturan dari Pemerintahan kota (PEMKOT) Surabaya selama ini.
Sempat berita ini dipublikasikan kehadapan khalayak banyak (publik),sebab, ada sorotan dari salah satu LSM.Laskar Merah Putih (LMP) bernama.Buyung selaku Kordinator Wilayah (Korwil) Timur bidang Investigasi menegaskan ” Dewatering tidak dilakukan.ungkap Korwil Timur lagi, seharusnya pekerjaan di hentikan sampai mesin pompa air bisa menyala lagi baru boleh kerja.ujar dia (Buyung) tadi, Rambu peringatan bahwa ada pekerjaan proyek, tidak ada.”Tegas Buyung (panggilan akrabnya)
Kemudian,lebih lanjut Buyung seperti contohapakah ada direkgit dan papan proyek dilokasi tersebut,kepihak awak media online arusbawah@com,menanyakan ” coba lihat dari rekaman video anda (Wartawan) dari ujung Gang keujung Gang,tanpa kelihatan,gitu.tandasnya si Buyung,untuk pekerjaan paket yang dilelang atau ditenderkan, wajib dipasang dan harus diketahui publik (masyarakat/warga) setempat.mas.”Pungkasnya.(TIM INVESTIGASI)

