Bojonegoro, arusbawah.com – Perwakilan pedagang pasar telah mendatangi gedung DPRD kabupaten Bojonegoro. Dalam kedatangannya mereka ingin menyampaikan keluhannya kepada perwakilan rakyat.
Dengan perwakilan beberapa orang, Para pedagang datang ke gedung DPRD untuk menyampaikan segala keluhan yang telah dialami oleh para pedagang. Mereka telah mengalami sepi berdagang selama ini. Hal ini tidak sesuai dengan janji pemerintah melalui dinas perdagangan untuk meramaikan pasar yang diberi nama pasar wisata. Namun keramaian dagangan yang dijanjikan hanya sesaat saja. Pasar tersebut sekarang sepi. Tidak seperti pasar lama.
Dalam.kesempatannya Heri Utomo selaku ketua paguyupan pedagang pasar kota yang beralamat di jalan jaksa Agung Suprapto Banjarejo kecamatan kota Bojonegoro mengatakan” Kedatangan kami akan mengeluh kepada perwakilan rakyat. Agar keluhan kami selaku pedagang pasar tertampung dan ada solusi”. Ada beberapa keluhan yang kami rasakan. Pertama terkait dengan pembayaran sewa. Sampai saat ini pembayaran sewa belum lunas. Kami bisa melakukannya pembayaran dengan cara mengangsur. Kalau disuruh membayar langsung lunas kami merasa keberatan. Hal karena pasar yang kita pakai jualan sepi pembeli.
Karena sepi pembeli, penghasilan kami menurun. Sehingga kami tidak bisa membayar sewa pasar secara lunas. Penunggakan ini akhirnya tempat jualan kami lapaknya di gembok oleh perugas pasar. Meskipun sebelumnya kami telah melakukan angsuran untuk sewa pasar. Kalau sudah di hembok seperti ini, Bagaimana kami melakukan aktifitas dagang? Tidak di gembok saja kami masih merasa keberatan karena sepi pembeli. Apalagi sekarang di gembok kita disuruh melunasi sewa pasar. Darimana kita bisa mendapatkan uang pelunasan? Keluh Tomo panggilan akrab Heri Utomo.

Perwakilan para pedagang di ruang komisi B di sambut oleh Sukur Priyanto selaku pimpinan, Sigit kushariyanto selaku ketua komisi B dan khoirul Anam selaku anggota komisi B. Dalam pertemuan dengan anghota DPRD para perwakilan memceritakan semua keluhannya dengan
1. Meminta menurunkan biaya sewa karena sepi pembeli.
2. Meminta petugas pasar untuk membuka gembok lapak yang sekarang digembok. Agar bisa melakukan aktifitas dagang lagi.
3. Bayar sewa supaya bisa dilakukan cara mengangsur.
4. Meminta agar pasar wisata baik pasar depan maupun belakang diiklankan agar pembeli banyak.
Dalam.pertemuan di ruamg komisi B, Sukur Priyanto mengatakan kepada perwakilan para pedagang pasar” Sebenarnya kalau di gratiskan juga tidak ada pengaruhnya. Karena Bojonegoro duitnya banyak”. Seharusnya dinas perdagangan melakukan pembinaan terhadap pedagang. Agar pedagang tetap semangat dalam berdagang ungkapnya
Sementara itu Sigit kushariyanto di hadapan perwakilan para pedagang pasar mengatakan” Sebenarnya mengembalikan pasar menjadi ramai adalah kwajiban pemerintah. Sebelum dibangun pasar di wilayah yang sekarang didirikan pasar, Mestinya sudah melalui kajian. Kalau sekarang pasar menjadi sepi, Bagaimana kajiannya dulu? Dan yerkait dengan adanya penggembokan bidak nanti pihak DPRD akan melayangkan sueat kepada pihak terkait agar gembok segera di buka kembali. Jelas Sigit seeasa memastikan segera di kirim surat ke dinas terkait. (Edy)

