Dir.RSUD Dr.Soewandhie Akhirnya Ajak Dialog Jukir (KARTAR) Tambak Bening

Surabaya, arusbawah.com – Berlarut-larutnya kasus penggusuran (pengalihan, red) lahan parkiran di wilayah sepanjang jalan Tambak Bening RW.7.  Permasalahan yang menimpa pihak warga Karang Taruna (selaku Jukir, red) RW Tambak Bening Surabaya. Sebab, kasus penggusuran (pengalihan) lahan parkiran tersebut, sempat di terbitkan media online arusbawah.com (2023- 03- 14 ) di-balik-penggusuran-lahan-parkiran-samping-rsud-dr-mochamad-soewandhie-adanya-setoran-karcis-ilegal/, dikarenakan ada seorang vendor sebagai pemenang lelang parkir  dilokasi lahan parkir dalam gedung baru RSUD Dr.Soewandhie Surabaya, sehingga, ada dugaan dari pihak salah satu dijajaran Dishub Pengelolaan parkir khususnya Subkor pengelolahan parkir Yudi kurniawan, mengorbankan dari pihak lahan parkiran sepanjang jalan Tambak Bening yang dikelola oleh Warga (Jukir, red) RW.7 Tambak Bening, dengan cara “Tidak Memperpanjang Izin Parkir” kordinator parkir bernama Ponco tersebut.

Berawal dari berbulan-bulan kasus penggusuran (pengalihan red) yang akhirnya, membuahkan mis komunikasi antara Direktur RSUD.Dr.Soewandhie dr. Billy Daniel Messakh, Lurah dari Kelurahan Tambakrejo Awang dan Kasie Trantib Bagus dengan pihak warga (Jukir red) RW.7 Tambak Bening Surabaya, selama ini. Hingga akhirnya dari pihak Berthy (nama pendek) selaku warga pendampingan untuk Warga Kota Surabaya,mantan aktivis “PEMUDA SATU KEDAULATAN RAKYAT (PEMUDA SAKERA” 96) akhirnya mencoba untuk menghubungkan Direktur RSUD Dr.Soewandhi dengan pihak Warga (Jukir red) RW.7 Tambak Bening Surabaya dan semua pihak terkait lahan parkiran tersebut untuk membangun komunikasi kembali.

Akhirnya, menuai angin segar bagi pihak Warga (Juru Parkir red) RW.7 Tambak Bening bisa berdialog dengan pihak dr. Billy Daniel Messakh Direktur RSUD Dr.Soewandhie Surabaya mengundang pihak Warga (Juru Parkir red) dan kordinator parkir Ponco. Dalam pertemuan Senin ( 20-03 2023) 08.00 wib diruangan Pertemuan RSUD Soewandhie, telah hadir Dir.RSUD.Dr.Soewandhie dr. Billy Daniel Messakh dan jajarannya, Kord.Parkir Ponco beserta rekannya, Lurah Awang dari Kelurahan Tambakrejo dan Kasie Trantib Kecamatan Simokerto Surabaya.

Apalagi, dari pihak dr. Billy Daniel Messakh menceriterakan asal muasa kasus terjadinya penggusuran (mpengalihan, red) lahan parkiran sepanjang jalan.Tambak Bening kepada pihak rapat yang hadir saat itu, mengatakan ” Bermula dari saya diundang komisi D tujuan RS yaitu medical tourisme.itu dasar dari pembicaraan.ujar Dir.RSUD Dr.Soewandhie lagi,dan hasil rapat dari dewan (Komisi D), meminta saya untuk mempertemukan Satpol PP, Dishub, Camat beserta Lurah” ungkapnya orang nomer satu di RSUD.Dr.Soewandhie lagi,hasil pembicaraan hari ini (17/10/2022),memutuskan Dishub memasang rambu-rambu dilarang parkir.”pungkasnya, didepan peserta rapat ketika itu.

Lebih lanjut, masih dr.Billy Daniel Messakh meneruskan ceriteranya, mengungkapkan ”
Kita (RSUD Dr.Mochamad Soewandhie) mempersiapkan lahan parkir.ulasnya (Dr.Billy) lagi, aku (saya) yang pertama tak urus,karyawanku.aku nggak mau urus yang lainnya.ujar Dir RSUD.Dr.Soewandhie yang baru, tadi.aku nggak mau mengganggu yang diluar, urusan luar adalah urusannya Dishub.Polsek dan semua yang terkait,bukan saya (aku), yang aku tuntut sekarang RW.”Ungkapnya, seraya terkesan mempermasalahkan dari kop surat bertuliskan RW.7, padahal kop surat bertuliskan Karang Taruna RW.7 Tambak Bening.intinya dari pihak Direktur RSUD.Dr.Mochamad Soewandhie, sendiri tidak mau bermasalah dengan pihak Karang Taruna RW.7 Tambak Bening Surabaya serta melarang awak media meliput dan menghapus beberapa photo
saat rapat tersebut.

Sehingga, ada pembicaraan yang dari peserta rapat saat itu, dari Kordinator Parkir bernama.Ponco, terkait Direktur agar bisa mempertimbangkan permasalahan penggusuran lahan parkiran tersebut, menegaskan ” Bapak juga harus mempertimbangkan,orang-orang yang kerja di sini (Tambak Bening, red) hampir semuanya, usianya tidak produktif.kalau Bapak menghilangkan parkir disisi selatan,kami masih toleransi,Ujar Kordinator Parkir lagi, tapi kalau disisi utara ada larangan dilarang parkir,yang notabennya itu permukiman (jalan kampung, red) itu pak.bukan jalur hitam.kenapa tidak menertibkan depan itu,depan itu sangat mengganggu sekali.pak (lahan parkiran depan RSUD.Dr.Mochamad Soewandhie).ungkap Ponco tadi, diujung itu.monggo kalau dilihat,kita tinjau ulang, sekarang juga kita turun.” Tegas Ponco saat itu.

Beda lagi, pernyataan dari salah satu Juru Parkir (Jukir, red) bernama.Heru,terkait kenapa dari pihak RSUD Dr.Mochamad Soewandhie tidak menghadirkan Karang Taruna RW.7 Tambak Bening saat itu, mengatakan ” Terlalu jijikkah mereka (pihak RSUD Dr.Mochamad Soewandhie.Dishub.Satpol PP.Camat.Lurah) tidak mengundang,kami (para jukir, red) saat itu.ulas dia (Heru) lagi,kita masalah layanan,mungkin kita yang lebih baik dari pada depan sana.pak.sedangkan, pemutusannya rapat, seperti maling (pencuri malam hari, red) kalau orang itu baik,pasti kami mungkin semakin lebih baik,kenapa kami tidak diajak ngobrol (Dialoq)”Pungkas Heru, untuk saat ini dari pihak warga Karang Taruna (Juru Parkir, red) masih menunggu hasil resum rapat dari pihak Direktur.RSUD Dr.Mochamad Soewandhie, nanti adanya ketidak-puasan dari pihak mereka (Kartar) RW.7 Tambak Bening Surabaya,segera mengirimkan surat Hearing kepihak DPRD kota Surabaya.(BYP)

More From Author

Ketum AMI, Tertangkapnya 2 Hakim Agung Menjadi Sejarah Buruk Peradilan

DPP AMI, Minta Presiden Jokowi Segera Pecat Hakim Agung Gazalba Saleh