Surabaya, arusbawah.com – Senen 20/02/2023 DPRD Surabaya komisi B memanggil Dir KBS terkait rencana KBS buka malam hari atau Nigh Zoo KBS yang rencana launching pada awal bulan Maret mendatang.
Dalam hearing tersebut yang hadir dari staff manajement KBS,BKSDA Jatim, badan perekonomian Pemkot Surabaya.
Dalam keterangannya KBS yang diwakili Dr.Glen Kartiko mengatakan rencana Nigh Zoo KBS adalah membuat terobosan baru di kota Surabaya yang dipamerkan adalah hanya Binatang malam yang di siang hari tidak beraktifitas,juga untuk menjaga kenyamanan binatang yang beraktifitas di siang hari agar tidak terganggu maka area yang di gunakan akan di batasi dengan praktisi atau penutup kedap suara juga disampaikan untuk pengunjung akan di batasi juga penerangan lampunya memakai yg tidak begitu terang agar tidak menganggu kenyamanan binatang yang hidup di siang hari.

Rencana Nigh Zoo KBS juga akan menunjang dampak perekonomian masyarakat dengan adanya UMKM di luar area KBS ujarnya.
BKSDA Jatim memaparkan bahwa yang terpenting kegiatan tersebut membuat nyaman binatang berkehidupan siang hari saja,sesuai dengan kajian dan aturan yang sesuai dengan standard sesuai kajian yang harus di taati dan dijalankan nantinya.
DPRD Surabaya Anas Karno menyampaikan kegiatan Nigh Zoo KBS adalah terobosan yang bagus tetapi juga harus menjaga berbagai aspek yang harus di taati aturannya sesuai dengan baik eksternal,internal,informal sesuai kajian rekomendasi dari BKSDA Jatim, area yang di pakai seluas 1 Hektar dari 31 Hektar, area tersebut dibatasi dengan praktisi atau papan peredam suara agar tidak menganggu binatang yang hanya beraktifitas disiang hari,ada batasan pengunjung sekitar 50 Orang dan akan didampingi gaet atau pendamping pengunjung,penerangan juga diberikan warna yang tidak mengganggu hewan lain .
Untuk tiket masuk masih dalam kajian manajement KBS,komisi B referensinya dari BKSDA,perekonomian,manajemen KBS, terutama kajian dari BKSDA referensinya ujarnya.
Komisi B akan menyetujui sesuai kajian tersebut baik bagi masyarakat,komisi B akan mengecek datang ke lokasi KBS sebelum launching dilaksanakan dan juga menunggu hasil kajian BKSDA Jatim dan manajement KBS yang harus diserahkan ke Komisi B ujarnya Anas Karno. (BSk)

