Surabaya, arusbawah.com Terkait kasus dugaan penggelapan tiketing masuk di Kebun Binatang Surabaya,sebanyak kurang lebih 900 lembar saat itu, yang dikelola oleh pihak PDTS KBS, sebab kejadian penggandaan tiket yang dilakukan oleh pihak tersangka bernama.GH, sangat-sangat rentan sekali berbau korupsi, menghabiskan uang Negara yang harus berurusan dengan pihak hukum. Kasus penggandaan tiket ini sempat dipublikasikan di media Bidik Nasional edisi.819. 16-30 November 2022 tema ” Penggandaan Tiket KBS,Orang Dalam Ikut Bermain ” Minggu yang lalu.
Namun, sangat di sayangkan kejadian adanya tersangka penggandaan tiket dimulai Tahun 2020, terkesan adanya pakewoh keputusan terhadap bawahannya, dari pihak Khairul Anwar selaku Direktur PDTS Kebun Binatang Surabaya, terhadap dugaan Tersangka penggandaan tiket bernama GH,justru dikarenakan oknum tersebut kabar-kabarnya yang santer, ada kedekatan dengan pihak Eri Chayadi walikota Surabaya.Memang, selama ini dari pihak PDTS Kebun Binatang Surabaya, masih dalam naungan Pemerintahan Kota (PEMKOT) Surabaya,sempat nama walkot Surabaya digaung-gaungkan oleh oknum GH di lokasi PDTS Kebun Binatang Surabaya,dengan mencatut nama walkot Surabaya hanya sekedar untuk kepentingan semata oleh pihak salah satu dari beberapa karyawan PDTS Kebun Binatang Surabaya, selama ini.
Hingga akhirnya dari pihak Khairul Anwar selaku direktur PDTS Kebun Binatang Surabaya,merasa takut dan melakukan pembiaran atas kasus Tersangka Penggandaan Tiket Masuk wisata Kebun Binatang Surabaya. Apalagi, ada temuan baru dari hasil investigasi awak media arusbalik.com,terkait penjual asongan yang terkesan dapat rekomendasi,sebagai penjual tiket gelap dari pihak dalam Managemen PDTS Kebun Binatang Surabaya sendiri.
Terkait, mencatut nama Walikota Surabaya untuk menakut-nakuti di sekitar wilayah PDTS Kebun Binatang Surabaya, dari oknum tersangka penggandaan tiket berinisial GH, sempat menjadi sorotan salah satu dari Sumber yang bisa dipercaya tp namanya nggak mau dimediakan menegaskan ” Harusnya atas nama walikota mengusut tuntas masalah ini. Ungkap sumber yang terpercaya lagi, dan mencari siapa yg mempunyai kepentingan-kepentingan ini.Ujar sumber yang berpawakan kecil berambut ikal tadi, apalagi nama walikota masih berharga di masyarakat dan warga sby harusnya. ” Tegasnya saat di klarifikasi ditengah-tengah lahan parkiran KBS saat itu
Masih dengan sumber yang terpercaya,tidak mau di mediakan namanya, mengisahkan oknum yang berinisial GH yang membanggakan foto berdampingan dengan Walikota Surabaya, mengungkapkan ” seharusnya walikota menjadi instropeksi terkait permasalahan tersebut dan jangan menjadi hal yg memalukan.ulasnya sumber berkulit sawo matang lagi, karena kbs adalah tempat wisata edukasi dan konserfasi kebangaan warga Surabaya yang harusnya di jaga, jangan ada tangan-tangan kotor yang mengotori dan menyangkut nyangkutkan nama baik walikota Surabaya, ujar dia saat ambi motor dipakiran KBS tadi.yang seharusnya di jaga.. bukan hanya di umbar nama walikota sebagai sebuah kepentingan pribadinya.” ungkapnya.
Kemudian, dari pihak sumber yang beraktifitas sehari-hari berkutat kerja rok-rok asem (kadang kerja,kadang nggak) di wilayah eksternal halaman KBS tersebut,mengatakan ”
Jgn sampai atas nama kepentingan membuat nama baik walikota dan KBS menjadi terseret, menjadi hal yang cuman menguntungkan sebagian karyawannya.tegasnya sumber yang bisa dipercaya lagi, karena ini bukan cuman hanya permasalahan tiket yang bermasalah tetapi menyangkut kebijakan dan nama baik walikota Surabaya, yang terseret di permasalahan ini.”Pungkas sumber yang terpercaya,wanti-wanti agar namanya tidak di mediakan saat itu.(BAZ/ Korlip BYP)

