ARUSBAWAH//SURABAYA//zaman sudah banyak berubah, masih saja ada yang namanya pemimpin disebuah wilayah kab/kotanadya,mimiliki pemimpin yang berjiwa film Dana Nanda, yang arogan terhadap rakyatnya dan berjiwa dingin.Hal ini bisa terjadi di wilayah Jawa Timur khususnya Kota Surabaya, yang dipimpin Eri Cahyadi selaku walikota Surabaya.sempat berita mencuat sampai ketelinga awak media arusbawah.com, menangkap berita ini dari Diana Rosiana Samar selaku Ketua Umum Arek Suroboyo Bergerak (ASB),sehabis dapat panggilan dari Mapolrestabes Surabaya.
Bermula dari puluhan aksi demo para aktivis dari Arek Soeroboyo Bergerak (ASB) mendampingi warga Simo Gunung Surabaya,mendatangi Pemkot Surabaya, justru para aktivis marah-marah (Kesel), pintu pagar sudah ditutup.penjagaan dari BPBD.Polisi hanya melihat saja, saya pendemo kesal dan amarah, untuk merubuhkan pagar (Jum’at.15 Juli 2022), melihat walikota Eri Cahyadi (Bapak)nya arek-arek Surabaya tidak mau menemui warga saat itu.malah,terlihat,betapa arogansi dan berdarah dingin pihaknya (Eri Cahyadi) untuk melaporkan ke mapolrestabes surabaya, ketua ASB beberapa hari yang lalu, padahal saat pertengahan warga didepan kantor Walikota,pagar besi berwarna hijau pun, berdiri tegak.baru para aktivis ASB dan Warga Simo Gunung pun kembali keluar dengan tertib dan memasang spanduk bertuliskan “AREK SOEROBOYO BERGERAK” Garda Terdepan Membela Kepentingan Rakyat ” HIDUP RAKYAT”.
Menurut dari pihak Diana Rosiana Samar selaku Ketua Umum Arek Soeroboyo Bergerak (ASB) bisa dikonfirmasi pihaknya, setelah menyelesaikan pemanggilan dari Polrestabes, mengatakan ” Warga datang baik-baik.tidak di terima malah ditutup pagarnya.kita hanya mau masuk dan ktm walikota.ujar dia (aktivis asal KCS) lagi, kami bukan perampok, kita memilih Eri cahyadi sebagai Walikota surabaya. artinya kita memberi mandat kepada beliau.ungkap aktivis berpawakan kecil tp bermilitan tinggi tadi, untuk menjadikan surabaya lebih baik,bukan malah mundur kebelakang,”pungkasnya
Masih dengan ketua ASB bernama.Diana menegaskan” dengan adanya peristiwa pelaporan ini sudah menjadi bukti bahwa walikota surabaya.ujar aktivis getol dengan gerakan rakyat.bukan walikota yg demokratis melainkan seorang penguasa arogan, jelasnya Diana Rosiana Samar, yang ingin membungkam aspirasi aktivis suroboyo.”tegas Diana dalam konferensi persnya dengan beberapa media saat itu.(BYP)

