PROYEK SALURAN TOP BOTTOM 200/200 DI TENGGUMUNG WETAN DIDUGA ASAL JADI,PENYUSUTAN ANGGARAN (APBD) U-DITCH AMBLES DI SAMPING POM BENSIN JALAN KEDUNG MANGU

ARUSBAWAH//SURABAYA//Proyek pembangunan saluran Top Bottom ukuran 200/200 dengan beban gandar 20 ton di wilayah Tenggumung Wetan, Jalan Kedung Mangu, Kota Surabaya, menuai sorotan. Berdasarkan temuan di lapangan dan keterangan warga, konstruksi saluran tersebut diduga dikerjakan asal jadi dan rawan ambles.

Proyek dengan nomor kontrak `000.3.3/005/06.2.01.0029.EPC/436.7.3/2026` ini dikerjakan oleh PT BERLIAN KARYA TEKNIK dan diawasi oleh konsultan AJK-DBJ-CNK KSO. Lokasinya berada di jalur yang setiap hari dilalui kendaraan besar, termasuk truk dengan beban berat.

U-DITCH Renggang dan Tanpa Lantai Kerja

Pantauan tim media online Arus Bawah di lokasi menunjukkan sejumlah kejanggalan teknis. Pemasangan U-Ditch terlihat renggang antar sambungan. Kondisi paling parah terjadi di titik samping pom bensin, di mana badan saluran sudah mulai ambles.

Menurut pekerja yang ditemui di lokasi, amblesnya saluran diduga kuat karena tidak dipasangnya trucuk dan tidak dibuatnya lantai kerja sebelum pemasangan U-Ditch. Padahal standar pekerjaan saluran di atas jalan yang dilalui kendaraan besar wajib memiliki struktur penahan yang kuat.

“Ini kalau hujan deras dan dilewati truk 20 ton terus, ya jelas ambles. Pondasinya saja tidak ada,” ujar salah satu warga sekitar yang enggan disebut namanya.

Pengecoran Setengah-setengah, Rawan Buntu

Kejanggalan lain ditemukan pada proses pengecoran. Berdasarkan pengakuan pelaksana di lapangan saat dikonfirmasi awak media Arus Bawah, pengecoran hanya dilakukan pada bagian atas saluran. Bagian bawah tidak dicor dengan alasan mengejar target selesai.

“Yang penting selesai dulu,” ucap pelaksana tersebut saat dikonfirmasi, sembari menyinggung adanya komunikasi dengan orang dinas dari PU.

Akibat tidak adanya cor di bagian bawah, lumpur dari tanah langsung masuk ke dalam saluran. Kondisi ini berpotensi membuat saluran cepat buntu atau tersumbat saat musim hujan tiba. Fungsi utama saluran untuk pengendalian banjir pun menjadi diragukan.

Diduga Ada “Permainan” dengan Pihak Dinas

Yang membuat warga geram adalah adanya dugaan keterlibatan oknum dari Dinas PU Kota Surabaya dalam proyek ini. Saat dikonfirmasi, pelaksana justru melempar tanggung jawab dengan menyebut sudah koordinasi dengan orang dinas.

Sikap tersebut memunculkan pertanyaan besar terkait pengawasan. Konsultan pengawas AJK-DBJ-CNK KSO dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dari PU dinilai tidak menjalankan fungsinya dengan maksimal.

“Ini namanya berjemaah. Kontraktor, pelaksana, konsultan, sampai PPK seperti kompak. Anggaran APBD Kota Surabaya yang dipakai, tapi hasilnya begini,” kata seorang sumber dari lembaga pemantau anggaran.

Sumber tersebut menduga ada penyusutan kualitas pekerjaan untuk menutupi penyusutan anggaran. Ia juga menyebut PPK PU terkesan “lemah syahwat, tuli dan buta” terhadap temuan-temuan di lapangan.

Tuntutan Evaluasi

Warga Tenggumung Wetan dan pengguna Jalan Kedung Mangu mendesak Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas PU untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap proyek ini. Mereka meminta dilakukan pembongkaran dan perbaikan sesuai spesifikasi teknis, termasuk pemasangan trucuk, lantai kerja, dan pengecoran penuh.

“Jangan sampai menunggu korban dulu baru diperbaiki. Ini jalan umum, bukan jalan pribadi kontraktor,” tegas warga.

Hingga berita ini ditulis, konfirmasi kepada pihak PT BERLIAN KARYA TEKNIK, konsultan AJK-DBJ-CNK KSO, dan PPK PU Kota Surabaya belum mendapatkan jawaban resmi.

Pemerintah Kota Surabaya diharapkan segera turun tangan agar anggaran APBD tidak habis untuk proyek yang umurnya tidak panjang dan membahayakan pengguna jalan.
(bary)

More From Author

Proyek Saluran Top-Bottom 200/200 di Tenggumung Wetan Disorot, Pemasangan Box di Genangan Air Dinilai Rawan Ambles

KETIKA PENEGAK HUKUM IKUT TERSANGKUT HUKUM: ANTARA KENYATAAN PAHIT DAN HARAPAN PANJANG MASA DEPAN BANGSA.