Surabaya – Proyek pembangunan saluran _top bottom_ ukuran 200/200 gandar 20 ton yang dikerjakan PT Berlian Karya Teknik di kawasan Tenggumung Wetan, tepatnya Jalan ke Dung Mangu, menjadi sorotan setelah diduga dikerjakan asal-asalan. Temuan ini mencuat saat awak media _Arus bawah _ melakukan konfirmasi langsung ke lokasi pada saat pemasangan box culvert.
Berdasarkan pantauan di lapangan, kondisi air di lokasi galian masih setinggi dada orang dewasa. Meski demikian, box culvert tetap diturunkan dan dipasang oleh petugas di lapangan.

“Air masih sedada, tapi box sudah diturunkan. Seharusnya air disedot dulu sampai kering biar alasnya bisa padat. Kalau langsung dipasang kondisi begini, rawan ambles ke depan,” ujar salah satu warga yang melihat proses pemasangan.
Pengawas Bisu, Pelaksana Ngaku Sesuai Spek.
Saat dikonfirmasi awak media _Arus bawah_, pengawas lapangan proyek memilih bungkam dan tidak memberikan keterangan apapun terkait prosedur pemasangan di kondisi tergenang air.
Sementara itu, pihak pelaksana di lapangan justru menyatakan bahwa cara kerja seperti itu sudah sesuai spesifikasi.
“Speknya memang seperti itu,” kata pelaksana singkat saat ditanya soal pemasangan box di genangan air setinggi dada.
Pernyataan itu kontras dengan standar umum pekerjaan saluran precast. Secara teknis, pemasangan box culvert mensyaratkan dasar galian harus kering, rata, dan dipadatkan dulu. Jika dipasang dalam kondisi tergenang, dikhawatirkan akan terjadi penurunan, rembesan, dan kekuatan struktur tidak sesuai gandar 20 ton yang ditargetkan.
*Proyek Top Bottom 200/200 Gandar 20 Ton*
Proyek saluran _top bottom_ 200/200 dengan beban gandar 20 ton ini dirancang untuk menampung debit air dan dilewati kendaraan berat. Jika mutu pemasangan diragukan sejak awal, dampaknya bisa terasa saat musim hujan tiba. Saluran ambles atau bergeser berpotensi menimbulkan banjir di Jalan ke Dung Manguk dan sekitar Tenggumung Wetan.
Hingga berita ini diturunkan, PT Berlian Karya Teknik belum memberikan keterangan resmi terkait temuan di lapangan. Tim _Arus bawah_ juga masih berupaya mengkonfirmasi pihak Dinas terkait dan konsultan pengawas untuk mendapatkan penjelasan mengenai pengawasan mutu di lapangan.
Warga sekitar berharap ada evaluasi dan perbaikan prosedur sebelum proyek dinyatakan selesai. “Kami cuma minta dikerjakan sesuai aturan. Biar awet dan nggak bikin banjir lagi,” kata warga lainnya.
Pihak berwenang diminta turun langsung meninjau lokasi agar pembangunan infrastruktur berjalan sesuai spesifikasi teknis dan susuai harapan warga surabaya yang. ada di. wilayah utara.
(Bary)

