. Arus Bawah: BELAJAR HUKUM YUK

Jumat, 29 Januari 2016

BELAJAR HUKUM YUK



Berkecimpung didunia praktik hukum saya merasa kurang terus soal materi hukum dan berhukum yang baik serta benar. Perasaan inipun kemudian selalu menguat ketika menghadapi hal-hal baru cara berhukum yang tidak ditemukan saat kuliah dulu, maupun Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA). Saya sependapat dengan pandangan bahwa seorang praktisi hukum (baca: advokat) harus mampu mengkontruksikan, menciptakan, dan menafsirkan hukum dalam konteks perkembangannya. Bila kita tidak bisa mengimbangi, terutama dari sisi keilmuan, maka pada prinsipnya akan melibas siapa saja yang ‘tuli’ dan ‘buta’. Begitulah kira-kira pesan yang saya tangkap dari bagian pengantar bukunya Prof. Dr. H.R. Otje Salman S., SH. dan Anton F. Susanto, SH., M.Hum. (lihat Teori Hukum:Mengingat, Mengumpulkan, dan Membuka Kembali) Untuk dapat mengkontruksikan, menciptakan dan menafsirkan hukum dalam konteks perkembangannya tentu bukan hal yang mudah. Setidaknya harus berapa literatur lagi yang dibaca dan mungkin perlu waktu puluhan tahun jam terbang (pengalaman praktik) atau bahkan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dan lebih lebih tinggi lagi. Disinilah pengembaraan dan pencarian tentang kebenaran (truth), yaitu keinginan melihat dan memahami segala sesuatu perkembangan hukum secara utuh dan mendalam dan itulah proses pemaknaan. Menurut saya mungkin kata kuncinya selain menjadi praktisi hukum jadilah ‘Penstudi Hukum”. Sidarta menggunakan istilah “Partisipan (medespeler) Hukum” untuk menunjukan Penstudi Hukum yang sekaligus juga sebagai pengemban hukum (pengemban hukum menurutnya dibedakan menjadi pengemban hukum teoritis dan praktisi). Selain itu ada juga istilah “Pengamat (toeschouwer) Hukum”, yaitu penstudi hukum, tetapi bukan pengemban hukum. (Lihat Shidarta, Penalaran Hukum dalam Sudut Pandang Keluarga Sistem Hukum dan Penstudi Hukum) Mengacu pada penyebutan istilah tersebut, maka titik tolak belajar hukum saya akan memposisikan sebagai Partisipan Hukum (Praktis) disingkat PHP. Seorang PHP memiliki perbedaan sangat tipis sekali dengan Seorang Pengamat Hukum. PHP akan berkenaan langsung dengan adanya dan berlakunya hukum di masyarakat. Bila dihubungkan dengan kerja-kerja mengkonstruksikan, menciptakan, dan menafsirkan hukum, maka PHP harus dapat memiliki kemampuan semuanya. Sedangkan seorang Pengamat hukum hanya dua bidang, yaitu mengkonstruksikan dan menafsirkan hukum sesuai hasil amatannya. Meskipun keduanya memiliki persamaan, yaitu sama-sama sebagai penstudi hukum. Sebagai peta belajar hukum bagi seorang PHP setidaknya harus mengetahui bahwa hukum sebagai ilmu setidaknya memiliki struktur keilmuan yang dapat dipelajari. Untuk memudahkan belajar, saya sependapat dengan tingkatan (level) abstraksi mulai dari yang terendah sampai tertinggi yaitu (1) dokmatika hukum (ilmu hukum positif atau ada juga yang menyebutnya ilmu hukum dalam arti sempit), (2) teori hukum, dan (3) filsafat hukum. Gambaran sederhananya, dokmatika hukum dipelajari terutama di jenjang S-1 (Sarjana), Teori hukum dipelajari terutama dijenjang S-2 (Magister), dan Filsafat hukum dipelajari terutama dijenjang S-3 (Doktor). Inilah menurut saya proses pengembaraan dan pencarian tentang kebenaran dilihat dari sisi jenjang pendidikan di Fakultas Hukum yang bagi PHP harus memahami prosesnya secara utuh, namun tidak berarti mengikuti semua proses itu secara formal. Argumen pembenarnya adalah banyak cara dan media untuk belajar hukum, toh hukum sebagai objek ilmu sangat terbuka ruang untuk dipelajari dari berbagai sudut pandang keilmuan. Sebagai disiplin hukum dengan abstraksi terendah (untuk kepentingan praktis saja), maka belajar dogmatika hukum diarahkan untuk dapat memenuhi kegiatan praktik hukum seperti inventarisasi, kompilasi, interpretasi, konstruksi, sistimatisasi, dan/atau evaluasi terhadap teks otoritatif sumber hukum seperti perundang-undangan. Intinya kegiatan ini adalah untuk menerapkan hukum positif terhadap peristiwa kongkret di masyarakat. Sindiran terhadap PHP golongan ini mungkin pernah dengar istilah hanya corong undang-undang saja. Tingkat lebih tinggi dari dokmatika hukum adalah Teori Hukum. Istilah Teori Hukum ini sering kebolak-balik dengan istilah Teori Ilmu Hukum. (lanjut nanti,,,,hehehe)
arusbawah.com adalah sarana komunikasi Rakyat untuk menyampaikan gagasan, fikiran, kritik, saran dan usul yang disampaikan secara terbuka sehingga langsung dapat mempengaruhi opini publik sekaligus dapat mempengaruhi para pengambil kebijakan. Kedaulatan ekonomi, politik dan kebudayaan adalah pilar yg utama guna membangun kemandirian bangsa Perubahan yang diharapkan adalah perubahan kearah yang lebih baik dan suatu perubahan bukan kita tunggu jatuh dari langit...Tapi harus digerakkan oleh tangan kita semua, karena nasib satu bangsa tidak akan pernah berobah, sebelum bangsa itu sendiri yg merobahnya...!!...Amin.. ARUS BAWAH.COM *LIHAT FAKTA BUKA WACANA*. DITERBITKAN OLEH :YAYASAN BAITUL MUAMALAH INDONESIA YBMI- Notaris H.SOEKRAWINATA.SH no 01 Tgl 03-02-1999 STTO SOSPOL. No 220/-16/BINUM/IV/1999 SKD-No 503/32-KEC/IV/1999-13 April 1999 STPS No 467/922/SPM-MJL SK PROP JABAR No.062/800/PRKS/2004 Anggota BKSLP5K No.087-11 Desmber 1999 TDP No. 10235606511 TDUP No. 00122/10-24/TDUP/V/1999 NPWP No. 1. 798. 717. 3. 426 BANK. BRI Abdul Patah Cikijing No.Rekening :1108-01-001830-50-8 a/n Tatang Sofyan Iskandar BANK BNI Cabang Pembantu Cikijing No.Rekening : 0201108064 a/n Tatang Sofyan Iskandar PENDIRI : TATANG SOFYAN ISKANDAR. PEMIMPIN PERUSAHAAN : AHMAD MUKHLIS. WAKIL PEMIMPIN PERUSAHAAN : ADITYA WARDHANI SOFIE PEMIMPIN UMUM/REDAKSI/PENJAB ; TATANG SOFYAN ISKANDAR WAKIL PEMIMPIN REDAKSI : TOTONG SUGIHARTO DEWAN REDAKSI : ANDRIE M AMk. DADAN. T. SUGIHARTO, A. BAHTIAR ADIWIJAYA TUBAGUS RIYADI HARYONO. KUSMAYADI BURHANUDIN.SH.KORDINATOR LIPUTAN NASIONAL : NANA HELIANA.TASIMPERMANA.YUDI NURYAMAN,ABDUL ROHMAN,SAFRUDIN, ERNA RATNA NINGSIH, EDI SUPRIYADI, IDUN HAMID,DANI HERMAWAN. KORDINATOR WILAYAH JAWA BARAT : DADAN,KORDINATOR LIPUTAN JAWA BARAT :WAWAN ASSESOSIAWAN ,KORDINATOR WILAYAH PRIANGAN TIMUR; AGUS HERMAWAN PUTRA BIRO CIREBON INDRAMAYU:NANASURYANA.BIROKUNINGAN :WAWAN GUNAWAN BIRO MAJALENGKA : DEDY HERNAWAN, ATOY , YAYAN MULYANA, KUSTOLANI BIRO CIAMIS:DEDI RUKHMAYADI ,HERYANTO, LEPI RAHMAT FAUZI, M.HASIM BIRO : TASIK,GARUT, SUMEDANG : TOTONG KORDINATOR WILAYAH JAWA TENGAH : NUR ASRIPUDIN KORDINATOR WILAYAH JAWA TIMUR : TUBAGUS RIYADI HARYONO. KORDINATOR WILAYAH BALI, NTB,NTT : I GUSTI PANJI MALELA KORDINATOR WILAYAH KALIMANTAN : NUR ISMAIL KORDINATOR WILAYAH SUMATERA : UJANG, KORNEL SIJABAT,JASPIS PANJAITAN. Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.untuk Reporter /wartawan media on line arusbawah.com dibekali dengan Tanda Pengenal dan surat tugas.
Bookmark and Share
SELAMAT DATANG DI MEDIA ONLINE ARUSBAWAH " LIHAT PAKTA BUKA WACANA TERIMA KASIH ANDA TELAH KUNJUNGI " KAMI KAMI SIAP MELAYANI ANDA " SEMOGA BERMANFAAT "
 

mol

Ekonomi

Serba-serbi

INTERNATIONAL

Politik

Berita Budaya

Hukum

METROPOLITAN

kosong

...

Budaya

HAM

hukum 2

PENDIDIKAN

kosong

.

Musik dan Olahraga

Sosial

POTO/VIDEO

SPORT

.

POLITIK

kosong

.

Serba-Serbi

Arus Bawah Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template Modifikasi: tatang sofyan iskandar: cfdarusbawah