. Arus Bawah: Nation Building dan Radikalisme

Selasa, 10 Mei 2011

Nation Building dan Radikalisme

Selasa, 10 May 2011
Euforia reformasi dengan segala pernik-perniknya menyebabkan bangsa ini lupa akan urgensi nation building. Demi dan atas nama demokrasi,negara membiarkan sebagian generasi muda bangsa menghirup racun ajaran dan pandangan sesat tentang kehidupan berbangsa dan bernegara.


Radikalisme pun mendapat ruang tumbuh setelah banyak anak muda dicabut paksa dari akar kearifan budaya lokal. Ibarat tubuh, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dewasa ini sarat luka sayatan. Luka lama akibat rangkaian serangan bom sejak Bom Bali I begitu sulit disembuhkan. Luka baru sudah ditorehkan lagi dengan serangan bom bunuh diri di Mapolresta Cirebon, Jawa Barat, belum lama ini.

Pada pekan keempat April 2011, Presiden mengeluarkan perintah kepada TNI dan Polri untuk mengambil posisi siaga I karena sudah terbukti bahwa ada kelompok baru yang berupaya mencabikcabik lagi tubuh NKRI. Rakyat di akar rumput tahu bahwa elemen pendukung Negara Islam Indonesia (NII) selalu eksis.Warga Jakarta berseloroh,“ NII itu kagak ada matinye.” Kita tidak tahu apakah pemerintah juga tahu dan memberi perhatian khusus pada sepak terjang para penggerak NII.

Tapi rakyat tahu bahwa elemen pejuang NII sangat leluasa menggalang kekuatannya karena negara lemah sehingga tak mampu untuk memberi respons yang segera. Kalau pelaku serangan bom dan penggerak NII bisa dikatakan bergerak di bawah permukaan, ada kelompok lain yang bergerak di ruang publik dan langsung mengaktualisasi aspirasi mereka yang anti- NKRI. Mereka memang tidak terang-terangan atau dengan suara lantang mengatakan anti-NKRI.

Tapi falsafah mereka jelas,yakni tidak bisa menerima NKRI apa adanya dan karena itu terus memaksakan way of lifemereka kepada orang lain. Ada nuansa terkejut ketika terungkap bahwa para penggalang kekuatan yang merongrong NKRI sudah menjamah komunitas kampus. Keterkejutan itu sebenarnya tidak perlu jika semua pihak mau mendalami lagi catatan atau riwayat hidup para pelaku rangkaian ledakan bom sebelumnya.

Mereka umumnya berasal dari lembaga pendidikan yang baik dan bermutu, tetapi pandangan hidup dibelokan menjadi sangat ekstrem. Amati lagi dengan saksama ketika kelompok-kelompok itu bergerak di ruang publik. Tidakkah kita melihat sebagian generasi muda bangsa telah dimobilisasi untuk melawan hukum formal di negara sendiri? Sudah barang tentu anakanak muda itu tak hanya terdidik, tetapi juga berakal sehat. Akan tetapi, akal sehat anak-anak muda itu sebagai warga NKRI telah dirusak, telah dicuci dengan ajaran dan pandangan yang menyesatkan karena mereka justru didorong untuk memusuhi NKRI.

Nation Building

Gelombang besar yang bernafsu mencabik-cabik NKRI itu menampakkan kekuatan riilnya pada era Reformasi sekarang. Di era sebelumnya yang represif, kekuatan besar itu bersembunyi sehingga tidak sedikit dari kita yang bertanya: inikah salah satu konsekuensi logis dari reformasi Indonesia? Tidak tentu saja. Barangkali, jawaban tepatnya, itulah konsekuensi logis dari pemerintahan yang lemah.Pemerintahan yang dikendalikan para pemburu rente, bukan negarawan.

Pemerintahan tanpa visi yang tidak tahu bagaimana merumuskan langkah dan kebijakan dalam mengaktualisasikan reformasi. Pemerintahan yang tidak tahu bagaimana melindungi dan membimbing generasi muda menggunakan kebebasan berpendapat dan kebebasan berserikat dengan benar. Pemerintahan yang sangat memprioritaskan pembangunan materiil dan sama sekali tidak peduli pada urgensi nation building.

Kelemahan dan ketidakpedulian pemerintah itu menjadi pintu masuk bagi ajaran dan pandangan yang menyesatkan generasi muda. Anakanak muda dibiarkan untuk menganggap perjuangan merebut kemerdekaan sekadar sebagai catatan sejarah. Nilai kejuangan itu mestinya menjadi landasan utama nation bulding kita. Sejak di pendidikan dasar, sudah ditanamkan kepada anak-anak bahwa NKRI dengan falsafah Pancasila dan UUD 1945 adalah pilihan final setiap warga bangsa.

Dalam konteks nation building, apakah anak-anak sudah dibekali keyakinan yang cukup untuk selalu setia pada prinsip itu? Kalau terbukti bahwa banyak anak muda kita abad kini yang tidak respek lagi pada NKRI, Pancasila,serta UUD 1945,bisa jadi kurikulum pendidikan kita memang tidak peduli pada urgensi nation building itu. Ketidakpedulian akan nation building itu secara tidak langsung menyediakan ruang kosong dalam jiwa dan kepribadian anak-anak muda. Kekosongan itu dengan mudah dimasuki ajaran dan pandangan sesat.

Dari situ,tampilah anakanak muda penganut radikalisme yang mau saja ketika disuruh mencabik-cabik NKRI dan meneror saudara sebangsa. Tiba-tiba, kita seperti terkejut karena reformasi Indonesia malah dihadapkan pada tantangan yang jauh lebih serius, yang mungkin tidak pernah diperhitungkan, yakni nafsu mencabik-cabik NKRI. Nafsu ini dicerminkan oleh tumbuh suburnya radikalisme, terorisme, dan kekerasan horizontal yang dilakukan sendiri oleh anak bangsa, bukan oleh musuh dari luar.

Nation buildingkita tampak rusak parah juga karena seluruh elemen rakyat “dipaksa” untuk menerima dan memahami cara pemerintah dan penegak hukum menyelesaikan kasus-kasus besar seperti skandal Bank Century,mafia pajak, dan mafia hukum. Kalau hukum tidak dipraktikkan sebagaimana seharusnya, kecenderungan itu bisa menginspirasi generasi muda untuk belajar memanipulasi hukum atau berkeberanian melanggar hukum.

Tidak salah jika pemerintah memberi perhatian lebih pada upaya pemulihan eko-nomi negara. Namun, pemerintah juga harus realistis bahwa telah muncul ancaman lain yang bisa merusak harmoni Indonesia yang bertumpu pada kebinekaan dengan bingkai NKRI.●

BAMBANG SOESATYO
Komisi III DPR RI
Fraksi Partai Golkar
arusbawah.com adalah sarana komunikasi Rakyat untuk menyampaikan gagasan, fikiran, kritik, saran dan usul yang disampaikan secara terbuka sehingga langsung dapat mempengaruhi opini publik sekaligus dapat mempengaruhi para pengambil kebijakan. Kedaulatan ekonomi, politik dan kebudayaan adalah pilar yg utama guna membangun kemandirian bangsa Perubahan yang diharapkan adalah perubahan kearah yang lebih baik dan suatu perubahan bukan kita tunggu jatuh dari langit...Tapi harus digerakkan oleh tangan kita semua, karena nasib satu bangsa tidak akan pernah berobah, sebelum bangsa itu sendiri yg merobahnya...!!...Amin.. ARUS BAWAH.COM *LIHAT FAKTA BUKA WACANA*. DITERBITKAN OLEH :YAYASAN BAITUL MUAMALAH INDONESIA YBMI- Notaris H.SOEKRAWINATA.SH no 01 Tgl 03-02-1999 STTO SOSPOL. No 220/-16/BINUM/IV/1999 SKD-No 503/32-KEC/IV/1999-13 April 1999 STPS No 467/922/SPM-MJL SK PROP JABAR No.062/800/PRKS/2004 Anggota BKSLP5K No.087-11 Desmber 1999 TDP No. 10235606511 TDUP No. 00122/10-24/TDUP/V/1999 NPWP No. 1. 798. 717. 3. 426 BANK. BRI Abdul Patah Cikijing No.Rekening :1108-01-001830-50-8 a/n Tatang Sofyan Iskandar BANK BNI Cabang Pembantu Cikijing No.Rekening : 0201108064 a/n Tatang Sofyan Iskandar PENDIRI : TATANG SOFYAN ISKANDAR. PEMIMPIN PERUSAHAAN : AHMAD MUKHLIS. WAKIL PEMIMPIN PERUSAHAAN : ADITYA WARDHANI SOFIE PEMIMPIN UMUM/REDAKSI/PENJAB ; TATANG SOFYAN ISKANDAR WAKIL PEMIMPIN REDAKSI : TOTONG SUGIHARTO DEWAN REDAKSI : ANDRIE M AMk. DADAN. T. SUGIHARTO, A. BAHTIAR ADIWIJAYA TUBAGUS RIYADI HARYONO. KUSMAYADI BURHANUDIN.SH.KORDINATOR LIPUTAN NASIONAL : NANA HELIANA.TASIMPERMANA.YUDI NURYAMAN,ABDUL ROHMAN,SAFRUDIN, ERNA RATNA NINGSIH, EDI SUPRIYADI, IDUN HAMID,DANI HERMAWAN. KORDINATOR WILAYAH JAWA BARAT : DADAN,KORDINATOR LIPUTAN JAWA BARAT :WAWAN ASSESOSIAWAN ,KORDINATOR WILAYAH PRIANGAN TIMUR; AGUS HERMAWAN PUTRA BIRO CIREBON INDRAMAYU:NANASURYANA.BIROKUNINGAN :WAWAN GUNAWAN BIRO MAJALENGKA : DEDY HERNAWAN, ATOY , YAYAN MULYANA, KUSTOLANI BIRO CIAMIS:DEDI RUKHMAYADI ,HERYANTO, LEPI RAHMAT FAUZI, M.HASIM BIRO : TASIK,GARUT, SUMEDANG : TOTONG KORDINATOR WILAYAH JAWA TENGAH : NUR ASRIPUDIN KORDINATOR WILAYAH JAWA TIMUR : TUBAGUS RIYADI HARYONO. KORDINATOR WILAYAH BALI, NTB,NTT : I GUSTI PANJI MALELA KORDINATOR WILAYAH KALIMANTAN : NUR ISMAIL KORDINATOR WILAYAH SUMATERA : UJANG, KORNEL SIJABAT,JASPIS PANJAITAN. Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.untuk Reporter /wartawan media on line arusbawah.com dibekali dengan Tanda Pengenal dan surat tugas.
Bookmark and Share
SELAMAT DATANG DI MEDIA ONLINE ARUSBAWAH " LIHAT PAKTA BUKA WACANA TERIMA KASIH ANDA TELAH KUNJUNGI " KAMI KAMI SIAP MELAYANI ANDA " SEMOGA BERMANFAAT "
 

mol

Ekonomi

Serba-serbi

INTERNATIONAL

Politik

Berita Budaya

Hukum

METROPOLITAN

kosong

...

Budaya

HAM

hukum 2

PENDIDIKAN

kosong

.

Musik dan Olahraga

Sosial

POTO/VIDEO

SPORT

.

POLITIK

kosong

.

Serba-Serbi

Arus Bawah Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template Modifikasi: tatang sofyan iskandar: cfdarusbawah