. Arus Bawah: Mengedepankan Rasio

Jumat, 06 Mei 2011

Mengedepankan Rasio

Jum'at, 06 May 2011
Rasio Relevan apa yang pernah diungkapkan budayawan Emha Ainun Najib dalam buku Dari Pojok Sejarah (1985).Dia menyinggung, dari penelitian-penelitian yang pernah dicoba untuk menghapus kemiskinan maupun ketidakadilan,berapakah derajat penurunan atau kenaikan kemiskinan?
Dia bertanya, adakah pengaruh makin banyaknya para piawai yang “makanan utamanya” masalah kemiskinan, ketidakadilan? Pendek kata, banyak orang belajar soal kemiskinan,tetapi belum tentu apa yang dihasilkan bisa memecahkan persoalan tersebut. Baru-baru ini kita mendapati cerita yang mungkin mirip dengan pertanyaan Emha.Komisi VIII DPR baru saja berkunjung ke Australia demi belajar tentang RUU Penanganan Fakir Miskin di negara itu.Benarkah kemudian para anggota DPR ini mendapatkan apa yang diinginkan dari kunjungan kerja ke luar negeri itu? Adakah hasil nyata yang didapatkan dari kunjungan ke Australia itu atas kualitas undang-undang yang sedang dirancang, bagi penanganan fakir miskin?

Nyatanya kita belum juga mendapat laporan terkini tentang hasil kunjungan itu.Yang gempar muncul ke permukaan justru kontroversi tentang kunjungan mereka ke Australia yang dimunculkan Perhimpunan Pelajar Indonesia di Australia.Ada bahan olok-olok tentang alamat surat elektronik resmi milik Komisi VIII. Kasus ini kembali menonjolkan sisi negatif kunjungan kerja DPR ke luar negeri.Dulu,dalam rentang waktu yang belum terlalu lama, juga terjadi hiruk-pikuk kontroversi soal kunjungan ke Yunani.Ketika itu,Yunani dipilih karena dianggap punya relevansi tinggi dalam hal penerapan kode etik di parlemen.Alasannya, Yunani merupakan negara yang sudah lama menerapkan sistem ketatanegaraan sehingga pengalaman parlemennya lebih matang.

Respons dari publik,kalau hanya soal kode etik,mengapa jauh-jauh ke Yunani? Saat para wakil rakyat ke Afrika Selatan untuk studi banding tentang RUU Pramuka,pertanyaan kritis juga mengemuka.Kalau hanya belajar dari kegagalan Afrika Selatan dalam mengelola gerakan kepanduan,mengapa harus ke sana? Itulah faktanya, kritik terhadap kunjungan dengan atribut studi banding lebih menonjol sisi remeh-temehnya dibandingkan substansinya. Ini menunjukkan bahwa publik sadar dan mereka merasa dibohongi. Ironisnya, DPR seperti tidak mau belajar dari pengalaman yang sudah-sudah. Kita seperti melihat ada hasrat yang berlebih dari para anggota DPR untuk pergi ke luar negeri. Dengan pengemasan kurang, ditambah substansi yang tidak tampak,kunjungan itu pun menjadi sasaran kritik.

Persoalan kunjungan ke luar negeri dalam rangka studi banding sebenarnya punya niat yang bagus. Belajar dari pengalaman negara yang lebih maju sudah seharusnya banyak dilakukan, bila perlu digiatkan. Persoalannya lebih pada efektivitas biaya dan output yang dihasilkan dari sebuah studi banding.Studi banding ke luar negeri harus tetap memperhatikan asas hemat, dalam arti tidak menghambur-hamburkan uang rakyat. Sebelum berkunjung, pemikiran rasional harus digunakan. Ada penambahan elemen penghitungan yang cermat dan perencanaan dalam kerangka berpikir dibandingkan berdasar pada emosi atau hasrat perseorangan.

Alasan di balik kunjungan harus jelas. Berikutnya yang harus ditekankan adalah hasil yang dipaparkan secara luas dan bisa diterima publik.Hasil di sini tidak berarti memberikan keterangan pers kepada wartawan tentang apa saja yang sudah dilakukan selama di luar negeri. Hasil konkret yang dimaksud adalah laporan pertanggungjawaban dalam bentuk tertulis, yang harus didistribusikan secara luas dan terbuka kepada publik.●
arusbawah.com adalah sarana komunikasi Rakyat untuk menyampaikan gagasan, fikiran, kritik, saran dan usul yang disampaikan secara terbuka sehingga langsung dapat mempengaruhi opini publik sekaligus dapat mempengaruhi para pengambil kebijakan. Kedaulatan ekonomi, politik dan kebudayaan adalah pilar yg utama guna membangun kemandirian bangsa Perubahan yang diharapkan adalah perubahan kearah yang lebih baik dan suatu perubahan bukan kita tunggu jatuh dari langit...Tapi harus digerakkan oleh tangan kita semua, karena nasib satu bangsa tidak akan pernah berobah, sebelum bangsa itu sendiri yg merobahnya...!!...Amin.. ARUS BAWAH.COM *LIHAT FAKTA BUKA WACANA*. DITERBITKAN OLEH :YAYASAN BAITUL MUAMALAH INDONESIA YBMI- Notaris H.SOEKRAWINATA.SH no 01 Tgl 03-02-1999 STTO SOSPOL. No 220/-16/BINUM/IV/1999 SKD-No 503/32-KEC/IV/1999-13 April 1999 STPS No 467/922/SPM-MJL SK PROP JABAR No.062/800/PRKS/2004 Anggota BKSLP5K No.087-11 Desmber 1999 TDP No. 10235606511 TDUP No. 00122/10-24/TDUP/V/1999 NPWP No. 1. 798. 717. 3. 426 BANK. BRI Abdul Patah Cikijing No.Rekening :1108-01-001830-50-8 a/n Tatang Sofyan Iskandar BANK BNI Cabang Pembantu Cikijing No.Rekening : 0201108064 a/n Tatang Sofyan Iskandar PENDIRI : TATANG SOFYAN ISKANDAR. PEMIMPIN PERUSAHAAN : AHMAD MUKHLIS. WAKIL PEMIMPIN PERUSAHAAN : ADITYA WARDHANI SOFIE PEMIMPIN UMUM/REDAKSI/PENJAB ; TATANG SOFYAN ISKANDAR WAKIL PEMIMPIN REDAKSI : TOTONG SUGIHARTO DEWAN REDAKSI : ANDRIE M AMk. DADAN. T. SUGIHARTO, A. BAHTIAR ADIWIJAYA TUBAGUS RIYADI HARYONO. KUSMAYADI BURHANUDIN.SH.KORDINATOR LIPUTAN NASIONAL : NANA HELIANA.TASIMPERMANA.YUDI NURYAMAN,ABDUL ROHMAN,SAFRUDIN, ERNA RATNA NINGSIH, EDI SUPRIYADI, IDUN HAMID,DANI HERMAWAN. KORDINATOR WILAYAH JAWA BARAT : DADAN,KORDINATOR LIPUTAN JAWA BARAT :WAWAN ASSESOSIAWAN ,KORDINATOR WILAYAH PRIANGAN TIMUR; AGUS HERMAWAN PUTRA BIRO CIREBON INDRAMAYU:NANASURYANA.BIROKUNINGAN :WAWAN GUNAWAN BIRO MAJALENGKA : DEDY HERNAWAN, ATOY , YAYAN MULYANA, KUSTOLANI BIRO CIAMIS:DEDI RUKHMAYADI ,HERYANTO, LEPI RAHMAT FAUZI, M.HASIM BIRO : TASIK,GARUT, SUMEDANG : TOTONG KORDINATOR WILAYAH JAWA TENGAH : NUR ASRIPUDIN KORDINATOR WILAYAH JAWA TIMUR : TUBAGUS RIYADI HARYONO. KORDINATOR WILAYAH BALI, NTB,NTT : I GUSTI PANJI MALELA KORDINATOR WILAYAH KALIMANTAN : NUR ISMAIL KORDINATOR WILAYAH SUMATERA : UJANG, KORNEL SIJABAT,JASPIS PANJAITAN. Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.untuk Reporter /wartawan media on line arusbawah.com dibekali dengan Tanda Pengenal dan surat tugas.
Bookmark and Share
SELAMAT DATANG DI MEDIA ONLINE ARUSBAWAH " LIHAT PAKTA BUKA WACANA TERIMA KASIH ANDA TELAH KUNJUNGI " KAMI KAMI SIAP MELAYANI ANDA " SEMOGA BERMANFAAT "
 

mol

Ekonomi

Serba-serbi

INTERNATIONAL

Politik

Berita Budaya

Hukum

METROPOLITAN

kosong

...

Budaya

HAM

hukum 2

PENDIDIKAN

kosong

.

Musik dan Olahraga

Sosial

POTO/VIDEO

SPORT

.

POLITIK

kosong

.

Serba-Serbi

Arus Bawah Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template Modifikasi: tatang sofyan iskandar: cfdarusbawah