. Arus Bawah: Pembangunan Kelembagaan dan Kapasitas DPR-RI

Sabtu, 09 April 2011

Pembangunan Kelembagaan dan Kapasitas DPR-RI

Saturday, 09 April 2011
Untuk memosisikan DPR sebagai lembaga perwakilan rakyat dan lembaga kepercayaan masyarakat, bergantung sejauh mana lembaga ini dapat melaksanakan fungsinya dalam mencapai visi dan misi yang diembannya.

Sebagaimana kita ketahui, DPR saat ini adalah lembaga DPR hasil reformasi yang mengacu pada empat kali amandemen UUD 1945.Namun, proses perubahan lembaga ini berjalan secara bertahap dan lamban, dimulai periode 1999- 2004, berupa penataan bentuk dan fungsi dilanjutkan dengan periode 2004-2009 memasuki masa transisi. Perubahan yang demikian besar, dari paradigma lama sebagai lembaga stempel pemerintah ke paradigma baru sebagai lembaga penyeimbang pemerintah dengan kewenangan yang besar,membawa situasi dilematis yang membuat kepercayaan masyarakat menjadi hilang.

Misalnya dengan banyaknya anggota DPR pada periode tersebut yang terlibat masalah hukum, sebagian di antaranya masih menjalani proses hukum sampai saat ini,padahal ekspektasi masyarakat pascareformasi sedemikian tinggi. Di awal masa tugas sebagai Ketua DPR Oktober 2009, saya melihat, belum ada acuan yang jelas arah lembaga yang diformulasikan sebagai visi dan misi DPR, kecuali hanya panduan yang sifatnya umum yaitu UU No 27/2009 tentang MPR,DPR, DPD,dan DPRD, serta Peraturan Tata Tertib DPR No 1/2009.Di samping panduan tersebut,ada Program Aksi yang disebut dengan kegiatan kesekjenan dan kedewanan yang dinyatakan dalam Anggaran DPR Tahun 2009,pada saat itu sudah masuk triwulan keempat dan Anggaran DPR Tahun 2010 berdasarkan hasil keputusan DPR periode sebelumnya.

Andaikan keberhasilan DPR diukur berdasarkan realisasi anggaran, DPR termasuk lembaga yang sukses dalam menggunakan anggaran yang tersedia, karena realisasinya sudah mencapai angka 80%. Namun, realisasi pemanfaatan Anggaran DPR tidak bisa menjadi indikator bahwa lembaga ini sudah menjadi lembaga perwakilan rakyat dan lembaga kepercayaan masyarakat.Dengan kata lain, uang habis tapi lembaga belum dianggap sebagai lembaga perwakilan rakyat dan lembaga kepercayaan masyarakat. Artinya tidak ada korelasi di antara kedua variabel tersebut.

Kesimpulan ini didasarkan pada hasil survei nasional,yang menggambarkan bahwa tingkat kepercayaan rakyat terhadap lembaga ini hanya 24% sampai 30%. Rendahnya kepercayaan publik dapat dipastikan karena DPR yang diwakili oleh masingmasing anggota bekerja tanpa arah yang sama dan bekerja normatif dalam melaksanakan hak konstitusionalnya. Dalam rangka menentukan arah lembaga terlebih dahulu harus disepakati keberadaan DPR saat ini dan positioning DPR akhir 2009. Peneliti DPR yang tergabung dalam Pusat Penelitian, Pengkajian Data, dan Informasi (P3DI) dilibatkan dalam melakukan pemetaan agar didapatkan informasi yang terukur tentang posisi lembaga pascamasa transisi, baik dari faktor internal maupun faktor eksternal.

Rencana Strategis

Berdasarkan hasil pemetaan yang dilakukan dengan SWOT Analysis tersebut, DPR yang diwakili BURT menyiapkan rencana strategis untuk masa 2010-2014. Rencana itu akan menjadi acuan bagi semua pemangku kepentingan dalam institusi DPR baik dalam wilayah kesekjenan sebagai sistem pendukung maupun dalam wilayah kedewanan sebagai fungsi representasi untuk mencapai visi dan misi DPR. Rencana Strategis DPR 2010- 2014 (Renstra) dapat diselesaikan dan disahkan dalam rapat paripurna, kemudian ditetapkan dengan Keputusan DPR RI No 08/DPR-RI/IV/2009-2010. Inilah untuk kali pertama DPR RI mempunyai rencana kerja yang terukur sampai berakhir 2014. Dalam Renstra DPR disebutkan bahwa visi ke depan dari DPR adalah “Terwujudnya DPR RI sebagai lembaga perwakilan yang kredibel dalam mengemban tanggung jawab mewujudkan masyarakat adil dan makmur”.

Implementasi dari visi ini dapat dilihat dari empat misi DPR yaitu: Pertama, mewujudkan penyelenggaraan fungsi legislasi yang efisien dan efektif.Kedua,mewujudkan penyelenggaraan fungsi penganggaran negara yang akuntabel dan transparan.Ketiga,mewujudkan penyelenggaraan fungsi pengawasan yang transparan dan efektif. Keempat, mewujudkan kelembagaan DPR RI yang kuat, aspiratif, responsif, dan akomodatif. Untuk mewujudkan visi dan misi ini telah ditetapkan enam strategi yaitu: Pertama, mengoptimalkan peran alat kelengkapan Dewan. Kedua, mewujudkan tata kelola penguatan kelembagaan.Ketiga, meningkatkan efektivitas kerja dan kinerja kedewanan.

Keempat, mengoptimalkan peran dan fungsi pimpinan DPR sebagai juru bicara kelembagaan. Kelima, mengoptimalkan peran unsur pendukung. Keenam, melaksanakan penguatan manajemen lembaga perwakilan. Bahkan telah disusun pula program kegiatan tahunan 2010-2014 dengan target waktu penyelesaiannya untuk masing- masing program. Di dalam penguatan kelembagaan DPR RI, di dalamnya termasuk penguatan terhadap kelembagaan sistem pendukung sekretariat jenderal yang membantu kinerja anggota DPR. Dalam rangka penguatan kelembagaan ini, ada dua bentuk program yang akan dilakukan yaitu program dukungan manajemen dan pelaksanaan tugas teknis lain, dan program peningkatan sarana dan prasarana.

Terkait program peningkatan sarana dan prasarana inilah ada program pembangunan gedung baru DPR. Mengingat rencana pembangunan gedung baru ini sudah melalui proses yang panjang dengan kajian yang rinci, melibatkan para pakar dan ahli manajemen strategis, anggota Dewan sebaiknya mempunyai komitmen dan konsistensi dalam bersikap.Komitmen dan konsistensi sangat diperlukan sebagai dasar dalam membangun negara ini.

Penguatan kelembagaan DPR ini merupakan hal yang substantif, bukan politis. Bilamana persoalan substantif diputuskan dengan pertimbangan politis, jangan diharapkan terdapat perubahan yang signifikan terhadap DPR sebagai lembaga perwakilan rakyat dan lembaga kepercayaan masyarakat. Dengan demikian, saya berharap, komitmen dan konsistensi anggota Dewan dalam mengambil keputusan dapat diwujudkan, termasuk dalam upaya mengambil keputusan membangun Gedung DPR. Dengan demikian, DPR dapat benar-benar menjadi lembaga perwakilan yang kredibel dalam mengemban tanggung jawab mewujudkan masyarakat adil dan makmur.Wallahu’alam Bishawab.

DR H MARZUKI ALIE
Ketua DPR-RI
arusbawah.com adalah sarana komunikasi Rakyat untuk menyampaikan gagasan, fikiran, kritik, saran dan usul yang disampaikan secara terbuka sehingga langsung dapat mempengaruhi opini publik sekaligus dapat mempengaruhi para pengambil kebijakan. Kedaulatan ekonomi, politik dan kebudayaan adalah pilar yg utama guna membangun kemandirian bangsa Perubahan yang diharapkan adalah perubahan kearah yang lebih baik dan suatu perubahan bukan kita tunggu jatuh dari langit...Tapi harus digerakkan oleh tangan kita semua, karena nasib satu bangsa tidak akan pernah berobah, sebelum bangsa itu sendiri yg merobahnya...!!...Amin.. ARUS BAWAH.COM *LIHAT FAKTA BUKA WACANA*. DITERBITKAN OLEH :YAYASAN BAITUL MUAMALAH INDONESIA YBMI- Notaris H.SOEKRAWINATA.SH no 01 Tgl 03-02-1999 STTO SOSPOL. No 220/-16/BINUM/IV/1999 SKD-No 503/32-KEC/IV/1999-13 April 1999 STPS No 467/922/SPM-MJL SK PROP JABAR No.062/800/PRKS/2004 Anggota BKSLP5K No.087-11 Desmber 1999 TDP No. 10235606511 TDUP No. 00122/10-24/TDUP/V/1999 NPWP No. 1. 798. 717. 3. 426 BANK. BRI Abdul Patah Cikijing No.Rekening :1108-01-001830-50-8 a/n Tatang Sofyan Iskandar BANK BNI Cabang Pembantu Cikijing No.Rekening : 0201108064 a/n Tatang Sofyan Iskandar PENDIRI : TATANG SOFYAN ISKANDAR. PEMIMPIN PERUSAHAAN : AHMAD MUKHLIS. WAKIL PEMIMPIN PERUSAHAAN : ADITYA WARDHANI SOFIE PEMIMPIN UMUM/REDAKSI/PENJAB ; TATANG SOFYAN ISKANDAR WAKIL PEMIMPIN REDAKSI : TOTONG SUGIHARTO DEWAN REDAKSI : ANDRIE M AMk. DADAN. T. SUGIHARTO, A. BAHTIAR ADIWIJAYA TUBAGUS RIYADI HARYONO. KUSMAYADI BURHANUDIN.SH.KORDINATOR LIPUTAN NASIONAL : NANA HELIANA.TASIMPERMANA.YUDI NURYAMAN,ABDUL ROHMAN,SAFRUDIN, ERNA RATNA NINGSIH, EDI SUPRIYADI, IDUN HAMID,DANI HERMAWAN. KORDINATOR WILAYAH JAWA BARAT : DADAN,KORDINATOR LIPUTAN JAWA BARAT :WAWAN ASSESOSIAWAN ,KORDINATOR WILAYAH PRIANGAN TIMUR; AGUS HERMAWAN PUTRA BIRO CIREBON INDRAMAYU:NANASURYANA.BIROKUNINGAN :WAWAN GUNAWAN BIRO MAJALENGKA : DEDY HERNAWAN, ATOY , YAYAN MULYANA, KUSTOLANI BIRO CIAMIS:DEDI RUKHMAYADI ,HERYANTO, LEPI RAHMAT FAUZI, M.HASIM BIRO : TASIK,GARUT, SUMEDANG : TOTONG KORDINATOR WILAYAH JAWA TENGAH : NUR ASRIPUDIN KORDINATOR WILAYAH JAWA TIMUR : TUBAGUS RIYADI HARYONO. KORDINATOR WILAYAH BALI, NTB,NTT : I GUSTI PANJI MALELA KORDINATOR WILAYAH KALIMANTAN : NUR ISMAIL KORDINATOR WILAYAH SUMATERA : UJANG, KORNEL SIJABAT,JASPIS PANJAITAN. Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.untuk Reporter /wartawan media on line arusbawah.com dibekali dengan Tanda Pengenal dan surat tugas.
Bookmark and Share
SELAMAT DATANG DI MEDIA ONLINE ARUSBAWAH " LIHAT PAKTA BUKA WACANA TERIMA KASIH ANDA TELAH KUNJUNGI " KAMI KAMI SIAP MELAYANI ANDA " SEMOGA BERMANFAAT "
 

mol

Ekonomi

Serba-serbi

INTERNATIONAL

Politik

Berita Budaya

Hukum

METROPOLITAN

kosong

...

Budaya

HAM

hukum 2

PENDIDIKAN

kosong

.

Musik dan Olahraga

Sosial

POTO/VIDEO

SPORT

.

POLITIK

kosong

.

Serba-Serbi

Arus Bawah Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template Modifikasi: tatang sofyan iskandar: cfdarusbawah