. Arus Bawah: Menegakkan Kekuasaan Konstitusional

Jumat, 01 April 2011

Menegakkan Kekuasaan Konstitusional

Jum'at, 01 April 2011
”Siapa saja yang melihat kemungkaran, lakukanlah perubahan dengan tangannya. Jika tidak mampu, maka dengan lidahnya, jika tidak mampu,maka dengan hatinya.


Ini keimanan yang lemah” (Hadis Riwayat Muslim). Sepanjang saya ketahui, hadis ini dimaknai: jika Anda melihat kemungkaran (baca: kerusakan sosial, kejahatan, dan kebobrokan moral), lakukan penghentian atasnya dengan tangan, yakni dengan memukul,dengan pedang atau senjata. Sebagian memaknai tangan dengan arti metaforis, yakni dengan kekuasaan, baik di ruang publik maupun domestik.

Dalam konteks negara, ia adalah penumpasan oleh alatalat kekuasaan negara.Cara ini menurut sebagian ula-ma menjadi kewajiban pemerintah atau pengambil keputusan atas rakyat atau orang yang di bawah kekuasaannya. Jika cara tersebut tidak cukup efektif,atasi melalui ucapan. Ini bermakna menegur, mengarahkan, menasihati, bisa juga memarahi.

Sebagian mengartikannya dengan ceramah atau pengajian pada pertemuan-pertemuan sosial. Cara ini menjadi kewajiban ulama atau tokoh masyarakat. Jika dengan cara ”lisan” tersebut kemungkaran belum juga berhenti, atasi melalui hati. Frase ”dengan hati”dipahami sebagai diam atau mendiamkannya. Cara ini merupakan tindakan yang paling lemah. Cara ini menjadi kewajiban tiap individu masyarakat.

Hari ini cara tafsir tersebut masih cukup dominan.Ketika situasi sosial kita hari ini sedang mengalami kekacauan, norma-norma sosial ter-distorsi, kekerasan merebak,korupsi menyebar, moral dekaden, sebagian masyarakat sering mengambil hadis di atas dengan tafsir-tafsir tadi sebagai senjata yang dianggap ampuh untuk mengatasi semua itu.Ini disebutnya sebagai nahi ‘an almunkar. Ketika kekuasaan negara tak berdaya,supremasi hukum lemah, presiden tak bisa tegas mengambil tindakan, pemimpin rakyat mengambil alih peran negara.

Akibatnya, masyarakat merasa mendapat legitimasi untuk dengan bebas merusak, mengobrak-abrik tempat- tempat maksiat, atau tempat- tempat lain yang dianggap menyimpang, menghakimi sendiri siapa saja yang dianggap merusak moral, dan pada tahap tertentu merencanakan pengambilalihan kekuasaan. Semua tindakan itu diklaim sebagai kebenaran atas nama Tuhan atau agama. Situasi seperti itu tentu saja mencemaskan.

Saya kira, dalam konteks sosial-budaya hari ini, saat demokrasi menjadi sebuah mekanisme terbaik dalam menyelesaikan masalah,hadis di atas memerlukan tafsir ulang.Karena itu, frase ”dengan tangan” tidak lagi harus dimaknai sebagai bagian anggota tubuh manusia,tapi bisa tetap dimaknai kekuasaan. Meski demikian, kekuasaan di sini bukan kekuasaan otoriter, tapi kekuasaan konstitusional.

Dengan kata lain, instrumen undang-undang dan hukum harus dijadikan landasan bagi tindakan pemerintah. Konstitusi adalah hasil konsensus seluruh warga bangsa yang harus menjadi pijakan bagi seluruh kebijakan dan tindakan pemerintah dan otoritas yang lain. Ia adalah common platform bangsa. Semua kebijakan lain pun harus menerjemahkannya. Frase ”dengan lisan” memang bisa bermakna ucapan, nasihat, dan ceramah,tetapi ia tidak bisa lagi dipahami sebagai ucapan, celoteh, caci maki, dan kata-kata lain yang merendahkan martabat manusia.

Artinya, tafsir baru atas kata tersebut adalah bicara dengan cara yang baik,”dialog”,saling mendengarkan, saling memahami dan saling menghargai tanpa yang satu lebih dari yang lain. Jika harus berdebat, ini juga harus dilakukan dengan cara bicara yang baik (bi allati hiya ahsan).Alquran sudah menyarankan kepada Nabi: ”Serulah (manusia) kepada jalanTuhanmu dengan hikmah (ilmu pengetahuan atau kebijaksanaan) dan pelajaran yang baik dan bantahlah (kritik) mereka dengan cara yang lebih baik.

Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.(QS al-Nahl: 125) Frase ”dengan hati” dalam tafsir baru berarti diam yang aktif, bukan diam yang pasif dan menyerah.Diam yang aktif adalah melakukan sesuatu dengan tenang dan disiplin serta kokoh dalam prin-sip kebenaran dan keadilan.

Dengan kata lain, kita tidak boleh membiarkan saja sirkuit kerusakan itu terus berlangsung.Apalagi kemudian tenggelam atau terseret arusnya. Nabi mengatakan: ”Janganlah kalian menjadi orang yang ikut-ikutan.Jika orang lain berbuat baik kami berbuat baik, jika mereka berbuat zalim kami juga berbuat zalim. Berkomitmenlah pada sikap: Jika mereka berbuat baik,kami berbuat baik.Jika mereka berbuat jahat, kami tetap berbuat baik dan tidak menzalimi.”(al-Mundziri, Al Targhib wa al-Tarhib, III/308).●

HUSEIN MUHAMMAD
Komisioner Komnas Perempuan
arusbawah.com adalah sarana komunikasi Rakyat untuk menyampaikan gagasan, fikiran, kritik, saran dan usul yang disampaikan secara terbuka sehingga langsung dapat mempengaruhi opini publik sekaligus dapat mempengaruhi para pengambil kebijakan. Kedaulatan ekonomi, politik dan kebudayaan adalah pilar yg utama guna membangun kemandirian bangsa Perubahan yang diharapkan adalah perubahan kearah yang lebih baik dan suatu perubahan bukan kita tunggu jatuh dari langit...Tapi harus digerakkan oleh tangan kita semua, karena nasib satu bangsa tidak akan pernah berobah, sebelum bangsa itu sendiri yg merobahnya...!!...Amin.. ARUS BAWAH.COM *LIHAT FAKTA BUKA WACANA*. DITERBITKAN OLEH :YAYASAN BAITUL MUAMALAH INDONESIA YBMI- Notaris H.SOEKRAWINATA.SH no 01 Tgl 03-02-1999 STTO SOSPOL. No 220/-16/BINUM/IV/1999 SKD-No 503/32-KEC/IV/1999-13 April 1999 STPS No 467/922/SPM-MJL SK PROP JABAR No.062/800/PRKS/2004 Anggota BKSLP5K No.087-11 Desmber 1999 TDP No. 10235606511 TDUP No. 00122/10-24/TDUP/V/1999 NPWP No. 1. 798. 717. 3. 426 BANK. BRI Abdul Patah Cikijing No.Rekening :1108-01-001830-50-8 a/n Tatang Sofyan Iskandar BANK BNI Cabang Pembantu Cikijing No.Rekening : 0201108064 a/n Tatang Sofyan Iskandar PENDIRI : TATANG SOFYAN ISKANDAR. PEMIMPIN PERUSAHAAN : AHMAD MUKHLIS. WAKIL PEMIMPIN PERUSAHAAN : ADITYA WARDHANI SOFIE PEMIMPIN UMUM/REDAKSI/PENJAB ; TATANG SOFYAN ISKANDAR WAKIL PEMIMPIN REDAKSI : TOTONG SUGIHARTO DEWAN REDAKSI : ANDRIE M AMk. DADAN. T. SUGIHARTO, A. BAHTIAR ADIWIJAYA TUBAGUS RIYADI HARYONO. KUSMAYADI BURHANUDIN.SH.KORDINATOR LIPUTAN NASIONAL : NANA HELIANA.TASIMPERMANA.YUDI NURYAMAN,ABDUL ROHMAN,SAFRUDIN, ERNA RATNA NINGSIH, EDI SUPRIYADI, IDUN HAMID,DANI HERMAWAN. KORDINATOR WILAYAH JAWA BARAT : DADAN,KORDINATOR LIPUTAN JAWA BARAT :WAWAN ASSESOSIAWAN ,KORDINATOR WILAYAH PRIANGAN TIMUR; AGUS HERMAWAN PUTRA BIRO CIREBON INDRAMAYU:NANASURYANA.BIROKUNINGAN :WAWAN GUNAWAN BIRO MAJALENGKA : DEDY HERNAWAN, ATOY , YAYAN MULYANA, KUSTOLANI BIRO CIAMIS:DEDI RUKHMAYADI ,HERYANTO, LEPI RAHMAT FAUZI, M.HASIM BIRO : TASIK,GARUT, SUMEDANG : TOTONG KORDINATOR WILAYAH JAWA TENGAH : NUR ASRIPUDIN KORDINATOR WILAYAH JAWA TIMUR : TUBAGUS RIYADI HARYONO. KORDINATOR WILAYAH BALI, NTB,NTT : I GUSTI PANJI MALELA KORDINATOR WILAYAH KALIMANTAN : NUR ISMAIL KORDINATOR WILAYAH SUMATERA : UJANG, KORNEL SIJABAT,JASPIS PANJAITAN. Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.untuk Reporter /wartawan media on line arusbawah.com dibekali dengan Tanda Pengenal dan surat tugas.
Bookmark and Share
SELAMAT DATANG DI MEDIA ONLINE ARUSBAWAH " LIHAT PAKTA BUKA WACANA TERIMA KASIH ANDA TELAH KUNJUNGI " KAMI KAMI SIAP MELAYANI ANDA " SEMOGA BERMANFAAT "
 

mol

Ekonomi

Serba-serbi

INTERNATIONAL

Politik

Berita Budaya

Hukum

METROPOLITAN

kosong

...

Budaya

HAM

hukum 2

PENDIDIKAN

kosong

.

Musik dan Olahraga

Sosial

POTO/VIDEO

SPORT

.

POLITIK

kosong

.

Serba-Serbi

Arus Bawah Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template Modifikasi: tatang sofyan iskandar: cfdarusbawah