. Arus Bawah: Doktrin Syahid

Jumat, 29 April 2011

Doktrin Syahid

Jum'at, 29 April 2011
Sejarah perang kemerdekaan mencatat doktrin perang Sabil melawan penjajah yang terus hidup hingga kini.Doktrin perang Sabil terus disemai di tengah dinamika kehidupan bangsa yang kemudian berkembang menjadi problem sistem pemerintahan dalam konsep negarabangsa berdasar ideologi Pancasila.


Dalam pandangan komunitas muslim posisi Pancasila dan negara nasional masih menjadi perdebatan serius. Barubaru ini seorang tokoh ulama bahkan menyatakan hormat bendera Merah-Putih sebagai tindakan haram karena bertentangan dengan akidah Islam. Sebagian muslim yang merasa saleh memandang pemerintahan berdasar Pancasila adalah sistem toghut dan jahiliah. Mendukung atau hidup berdasar sistem tersebut bisa berarti mengingkari ajaran Tuhan atau kekafiran.

Mudah ditemukan buku yang mengurai ajaran demikian di berbagai toko buku. Dari sini muncul radikalisme yang dalam laporan penelitian UIN Jakarta dan lainnya melibatkan peran guru agama dan pengelola masjid. Buku sejenis karya Imam Samudra berjudul Aku Melawan Teroris! terbit tahun 2004 dan Sekuntum Rosela Pelipur Lara terbit 2009 tentang jihad bisa ditemukan di banyak tempat.

Salah satu buku yang populer di kalangan aktivis gerakan Islam berjudul Al-Islam: Syahadatain dan Fenomena Kekufuran terjemahan dari karya Sa’id Hawa terbitan Al-Ishlahy Press. Pelaku bom Bali yang sedang menjalani hukuman secara terbuka menyatakan bahwa jihad mengubah sistem toghut sebagai fardlu ’ain (kewajiban tiap pemeluk Islam).Di sini hanya tersedia dua pilihan, yaitu:’isy karieman au mut syahiedan (hidup mulia atau mati syahid). Belakangan muncul rumusan lebih gaul dan trendi be a good moslem or die as a syuhada( jadilah muslim yang baik atau mati syahid).

Tafsir Baru

Dalam tradisi ajaran Islam yang mainstream, hanya generasi salaf (generasi sahabat) yang berhak menafsir Alquran dan Sunnah.Tafsir baru hanya dilakukan sebagai tafsir atas tafsir ulama salaf tersebut.Kebenaran tafsir atas sumber ajaran Islam mengenai jihad dan mencari mati syahid (istisyhad) dari ulama salaf yang dipahami oleh umat selama ini mustahil digugat. Sikap kritis atas tafsir salafi sering dituduh sebagai agen Barat dan Yahudi,bahkan dicap murtad (keluar dari Islam) atau liberal.

Ironinya, label liberal tersebut disepadankan dengan maksud filsafat liberal dalam tradisi Eropa yang dipahami sebagai sikap bebas tanpa aturan. Sedikitnya diberi label kurang tawadldlu dan madlmumah( tidak terpuji). Bagaimana bebas dari jebakan doktrin istisyhad yang terus meneror kesadaran kebangsaan? Salah satu jalan strategis ialah menempatkan doktrin ruju’ ila al-quran wa alsunnah secara otentik, yakni kembali pada Alquran dan Sunnah Rasul dalam tradisi kenabian sebelum lahirnya pemikiran salaf yang baru tumbuh sekitar satu abad sesudah wafat Muhammad SAW.

Dari sini bisa disusun tafsir baru rekonstruksi ajaran Islam lebih terbuka dan humanis bagi kepentingan umat manusia yang muslim ataupun ingkar. Tanpa tafsir baru, realitas kehidupan kebangsaan dipandang sebagai sistem toghut.Kehidupan sehari-hari yang ceria, mal dan toko swalayan yang dikemas indah,showroommobil dan motor yang sejuk, beragam iklan dengan gadis cantik, pemimpin negeri yang penuh senyum di media dipandang sebagai tampilan taghut.

Panggilan istisyhad menempatkan selain diri dan kelompoknya wajib dihancurkan yang terus dipelihara melalui pengajian. Orde Baru menggerakkan pembangunan dengan bahasa agama melalui berbagai lembaga pengajian, termasuk mendirikan MUI. Dari sini sikap radikal dan terorisme disemai yang dengan cerdik dimanfaatkan bagi kaderisasi gerakan radikal hingga perekrutan calon ”pengantin” bom bunuh diri kaum belia hingga mahasiswa.

Aksi sekelompok orang dengan takbir membantai pengikut Ahmadiyah Cikeusik Pandeglang yang sama-sama memeluk Islam merupakan ekses doktrin tersebut. Praktik kenegaraan yang cenderung korup menjadi penyemai hero jihad. Perlakuan tidak adil atas pendukung jihad di dalam negeri atau kawasan Timur Tengah ditempatkan sebagai panggilan jihad.

Situasi demikian itu dipertajam model dakwah yang kurang mengedepankan logika lateral tentang pilihan hidup seluas kemahatakterbatasan Tuhan. Sementara praktik pendidikan agama kurang mendorong pengembangan spiritualitas keluasan hidup layaknya kemahaluasan rezeki Tuhan. Sekolah hanya menyediakan dua opsi: lulus atau menjadi pecundang.

Perlu dipertimbangkan tafsir baru doktrin tauhid tentang kemahakuasaan Tuhan memungkinkan orang masuk surga dengan cara beragam sepanjang kehendak-Nya.Kemahagaiban Tuhan menjadikan surga bukan matematika, melainkan selalu tersedia ruang sisa yang lentur,bukan terbatas pilihan mati syahid atau hidup mulia.

Kehidupan surgawi adalah ruang maha luas, bisa menampung seluruh manusia dengan beragam pemahaman jika dikehendaki Tuhan.Dari sini dibangun model kehidupan terbuka dengan kompetisi sehat menguji siapa yang terbaik mempromosikan kesejahteraan manusia (baca: fastabiqul khairat atau kompetisi kebaikan), implementasi ajaran otentik Islam sekaligus penerapan ideologi Pancasila.●

ABDUL MUNIR MULKHAN
Guru Besar UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta,
Anggota Komnas HAM,
Mantan Sekretaris PP Muhammadiyah

arusbawah.com adalah sarana komunikasi Rakyat untuk menyampaikan gagasan, fikiran, kritik, saran dan usul yang disampaikan secara terbuka sehingga langsung dapat mempengaruhi opini publik sekaligus dapat mempengaruhi para pengambil kebijakan. Kedaulatan ekonomi, politik dan kebudayaan adalah pilar yg utama guna membangun kemandirian bangsa Perubahan yang diharapkan adalah perubahan kearah yang lebih baik dan suatu perubahan bukan kita tunggu jatuh dari langit...Tapi harus digerakkan oleh tangan kita semua, karena nasib satu bangsa tidak akan pernah berobah, sebelum bangsa itu sendiri yg merobahnya...!!...Amin.. ARUS BAWAH.COM *LIHAT FAKTA BUKA WACANA*. DITERBITKAN OLEH :YAYASAN BAITUL MUAMALAH INDONESIA YBMI- Notaris H.SOEKRAWINATA.SH no 01 Tgl 03-02-1999 STTO SOSPOL. No 220/-16/BINUM/IV/1999 SKD-No 503/32-KEC/IV/1999-13 April 1999 STPS No 467/922/SPM-MJL SK PROP JABAR No.062/800/PRKS/2004 Anggota BKSLP5K No.087-11 Desmber 1999 TDP No. 10235606511 TDUP No. 00122/10-24/TDUP/V/1999 NPWP No. 1. 798. 717. 3. 426 BANK. BRI Abdul Patah Cikijing No.Rekening :1108-01-001830-50-8 a/n Tatang Sofyan Iskandar BANK BNI Cabang Pembantu Cikijing No.Rekening : 0201108064 a/n Tatang Sofyan Iskandar PENDIRI : TATANG SOFYAN ISKANDAR. PEMIMPIN PERUSAHAAN : AHMAD MUKHLIS. WAKIL PEMIMPIN PERUSAHAAN : ADITYA WARDHANI SOFIE PEMIMPIN UMUM/REDAKSI/PENJAB ; TATANG SOFYAN ISKANDAR WAKIL PEMIMPIN REDAKSI : TOTONG SUGIHARTO DEWAN REDAKSI : ANDRIE M AMk. DADAN. T. SUGIHARTO, A. BAHTIAR ADIWIJAYA TUBAGUS RIYADI HARYONO. KUSMAYADI BURHANUDIN.SH.KORDINATOR LIPUTAN NASIONAL : NANA HELIANA.TASIMPERMANA.YUDI NURYAMAN,ABDUL ROHMAN,SAFRUDIN, ERNA RATNA NINGSIH, EDI SUPRIYADI, IDUN HAMID,DANI HERMAWAN. KORDINATOR WILAYAH JAWA BARAT : DADAN,KORDINATOR LIPUTAN JAWA BARAT :WAWAN ASSESOSIAWAN ,KORDINATOR WILAYAH PRIANGAN TIMUR; AGUS HERMAWAN PUTRA BIRO CIREBON INDRAMAYU:NANASURYANA.BIROKUNINGAN :WAWAN GUNAWAN BIRO MAJALENGKA : DEDY HERNAWAN, ATOY , YAYAN MULYANA, KUSTOLANI BIRO CIAMIS:DEDI RUKHMAYADI ,HERYANTO, LEPI RAHMAT FAUZI, M.HASIM BIRO : TASIK,GARUT, SUMEDANG : TOTONG KORDINATOR WILAYAH JAWA TENGAH : NUR ASRIPUDIN KORDINATOR WILAYAH JAWA TIMUR : TUBAGUS RIYADI HARYONO. KORDINATOR WILAYAH BALI, NTB,NTT : I GUSTI PANJI MALELA KORDINATOR WILAYAH KALIMANTAN : NUR ISMAIL KORDINATOR WILAYAH SUMATERA : UJANG, KORNEL SIJABAT,JASPIS PANJAITAN. Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.untuk Reporter /wartawan media on line arusbawah.com dibekali dengan Tanda Pengenal dan surat tugas.
Bookmark and Share
SELAMAT DATANG DI MEDIA ONLINE ARUSBAWAH " LIHAT PAKTA BUKA WACANA TERIMA KASIH ANDA TELAH KUNJUNGI " KAMI KAMI SIAP MELAYANI ANDA " SEMOGA BERMANFAAT "
 

mol

Ekonomi

Serba-serbi

INTERNATIONAL

Politik

Berita Budaya

Hukum

METROPOLITAN

kosong

...

Budaya

HAM

hukum 2

PENDIDIKAN

kosong

.

Musik dan Olahraga

Sosial

POTO/VIDEO

SPORT

.

POLITIK

kosong

.

Serba-Serbi

Arus Bawah Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template Modifikasi: tatang sofyan iskandar: cfdarusbawah