. Arus Bawah: Urbanisasi, Kegagalan Distribusi Pembangunan

Senin, 13 September 2010

Urbanisasi, Kegagalan Distribusi Pembangunan

INILAH.COM, Jakarta - Laju urbanisasi terus membuncah di setiap kali Lebaran. Tak terkecuali di 2010. Ini membuktikan, pemerintah gagal melakukan distribusi pembangunan ke daerah. Latif Adam, Koordinator Tim Kajian Pusat Penelitian Ekonomi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengatakan, laju urbanisasi yang setiap kali lebaran meningkat dipicu pull and push factor. Push factor-nya adalah sempitnya lapangan pekerjaan di pedesaan, bahkan tidak ada. Untuk berkehidupan, orang berurbanisasi ke kota.

Sedangkan dari sisi pull, kondisi kota mampu menyediakan kesempatan kerja yang dinilai orang-orang desa lebih berkualitas. Terjadilah fenomena urbanisasi yang dari tahun ke tahun terus meningkat. “Buktinya, arus balik selalu jauh lebih besar daripada arus mudik,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, kemarin.

Secara umum, Latif menengarai peningkatan urbanisasi dipicu kegagalan Otonomi Daerah (Otda). Sebab, dengan Otda, pemerintah daerah diharapkan memiliki kewenangan lebih untuk mengelola perekonomiannya sehingga terjadi distribusi dalam pembangunan ekonomi. “Kenyataannya, saat ini sangat jauh harapan ke arah itu,” timpalnya.

Padahal, sejak republik ini berdiri, dalam dokumen pemerintah, sudah dipikirkan, pembangunan yang tidak hanya fokus pada pulau Jawa atau Jakarta. Visi ini yang harus segera direalisasikan. “Sayangnya, RI terjangkiti penyakit menahun yaitu lemah dalam tataran implementasi,” tukasnya.

Pada mulanya, Otda jadi harapan. Pada kenyataanya, tidak ada korelasi positif antara Otda dengan tingkat kesejahteraan masyarakat. Yang terjadi justru, Otda memicu tergerusnya kesejahteraan di beberapa daerah. “Ini bisa dilihat dari income perkapita yang terjadi penurunan setelah Otda berdasarkan penelitian LIPI,” tuturnya.

Latif menegaskan, semua itu menunjukkan, tidak terimplementasinya visi pemerintah untuk mendistribusikan pembangunan. Akibatnya, kaum urban membawa bahaya sosial bagi lingkungan perkotaan.

Di antaranya, bahkan, urbanisasi memicu betumbuhkembangnya industri seksual. “Sebab, mereka memiliki tingkat keterampilan dan pendidikan yang rendah, terutama bagi kaum urban pada saat Lebaran,” ungkap Latif.

Kemungkinan besar, kaum urban Lebaran, bekerja di sektor informal seperti pembantu rumah tangga dan sejenisnya. “Karena itu, mereka tidak mendapatkan jaminan sosial dan pekerjaan yang layak,” ucapnya.

Pada akhirnya, Latif menduga, semakin maraknya kriminalitas belakangan ini seperti perampokan baik penodongan maupun hipnotis, merupakan akibat dari laju urbanisasi yang semakin lama semakin mengkhawatirkan.

“Urbanisasi menjadi bagian dari akumulasi masalah sosial yang pada mulanya dipicu akumulasi masalah ekonomi akibat melambungnya harga-harga,” tandas Latif.

Dalam bukunya yang berjudul Cities, Poverty and Development Urbanization in the Third World, Gilbert dan Gigler, menyebutkan banyak literatur menemukan sederet bukti, alasan utama urbanisasi adalah masalah ekonomi.

Kuatnya variabel ekonomi sebagai alasan orang berurbanisasi terutama banyak dijumpai di kawasan Asia, Afrka dan Amerika Latin. Dengan kata lain, urbanisasi lebih banyak terjadi di negara-negara Selatan yang relatif lebih miskin ketimbang di negara-negara Utara (Eropa dan Amerika Utara).

Dengan memakai model ekonometri, berhasil menemukan fakta bahwa perbedaan pendapatan yang tajam antara desa dan kota telah memperlicin jalan maraknya urbanisasi. Faktor ekonomi inilah yang mempengaruhi secara signifikan terjadinya urbanisasi, termasuk di Indonesia dalam kaitan dengan tradisi mudik Lebaran 2010 ini. [ast/mdr]
arusbawah.com adalah sarana komunikasi Rakyat untuk menyampaikan gagasan, fikiran, kritik, saran dan usul yang disampaikan secara terbuka sehingga langsung dapat mempengaruhi opini publik sekaligus dapat mempengaruhi para pengambil kebijakan. Kedaulatan ekonomi, politik dan kebudayaan adalah pilar yg utama guna membangun kemandirian bangsa Perubahan yang diharapkan adalah perubahan kearah yang lebih baik dan suatu perubahan bukan kita tunggu jatuh dari langit...Tapi harus digerakkan oleh tangan kita semua, karena nasib satu bangsa tidak akan pernah berobah, sebelum bangsa itu sendiri yg merobahnya...!!...Amin.. ARUS BAWAH.COM *LIHAT FAKTA BUKA WACANA*. DITERBITKAN OLEH :YAYASAN BAITUL MUAMALAH INDONESIA YBMI- Notaris H.SOEKRAWINATA.SH no 01 Tgl 03-02-1999 STTO SOSPOL. No 220/-16/BINUM/IV/1999 SKD-No 503/32-KEC/IV/1999-13 April 1999 STPS No 467/922/SPM-MJL SK PROP JABAR No.062/800/PRKS/2004 Anggota BKSLP5K No.087-11 Desmber 1999 TDP No. 10235606511 TDUP No. 00122/10-24/TDUP/V/1999 NPWP No. 1. 798. 717. 3. 426 BANK. BRI Abdul Patah Cikijing No.Rekening :1108-01-001830-50-8 a/n Tatang Sofyan Iskandar BANK BNI Cabang Pembantu Cikijing No.Rekening : 0201108064 a/n Tatang Sofyan Iskandar PENDIRI : TATANG SOFYAN ISKANDAR. PEMIMPIN PERUSAHAAN : AHMAD MUKHLIS. WAKIL PEMIMPIN PERUSAHAAN : ADITYA WARDHANI SOFIE PEMIMPIN UMUM/REDAKSI/PENJAB ; TATANG SOFYAN ISKANDAR WAKIL PEMIMPIN REDAKSI : TOTONG SUGIHARTO DEWAN REDAKSI : ANDRIE M AMk. DADAN. T. SUGIHARTO, A. BAHTIAR ADIWIJAYA TUBAGUS RIYADI HARYONO. KUSMAYADI BURHANUDIN.SH.KORDINATOR LIPUTAN NASIONAL : NANA HELIANA.TASIMPERMANA.YUDI NURYAMAN,ABDUL ROHMAN,SAFRUDIN, ERNA RATNA NINGSIH, EDI SUPRIYADI, IDUN HAMID,DANI HERMAWAN. KORDINATOR WILAYAH JAWA BARAT : DADAN,KORDINATOR LIPUTAN JAWA BARAT :WAWAN ASSESOSIAWAN ,KORDINATOR WILAYAH PRIANGAN TIMUR; AGUS HERMAWAN PUTRA BIRO CIREBON INDRAMAYU:NANASURYANA.BIROKUNINGAN :WAWAN GUNAWAN BIRO MAJALENGKA : DEDY HERNAWAN, ATOY , YAYAN MULYANA, KUSTOLANI BIRO CIAMIS:DEDI RUKHMAYADI ,HERYANTO, LEPI RAHMAT FAUZI, M.HASIM BIRO : TASIK,GARUT, SUMEDANG : TOTONG KORDINATOR WILAYAH JAWA TENGAH : NUR ASRIPUDIN KORDINATOR WILAYAH JAWA TIMUR : TUBAGUS RIYADI HARYONO. KORDINATOR WILAYAH BALI, NTB,NTT : I GUSTI PANJI MALELA KORDINATOR WILAYAH KALIMANTAN : NUR ISMAIL KORDINATOR WILAYAH SUMATERA : UJANG, KORNEL SIJABAT,JASPIS PANJAITAN. Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.untuk Reporter /wartawan media on line arusbawah.com dibekali dengan Tanda Pengenal dan surat tugas.
Bookmark and Share
SELAMAT DATANG DI MEDIA ONLINE ARUSBAWAH " LIHAT PAKTA BUKA WACANA TERIMA KASIH ANDA TELAH KUNJUNGI " KAMI KAMI SIAP MELAYANI ANDA " SEMOGA BERMANFAAT "
 

mol

Ekonomi

Serba-serbi

INTERNATIONAL

Politik

Berita Budaya

Hukum

METROPOLITAN

kosong

...

Budaya

HAM

hukum 2

PENDIDIKAN

kosong

.

Musik dan Olahraga

Sosial

POTO/VIDEO

SPORT

.

POLITIK

kosong

.

Serba-Serbi

Arus Bawah Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template Modifikasi: tatang sofyan iskandar: cfdarusbawah