. Arus Bawah: SUKA DUKA MUDIK

Jumat, 10 September 2010

, =>

SUKA DUKA MUDIK

Selama bertahun-tahun saya sudah tahu bagaimana rasanya mudik. Tersiksa di dalam mobil di tengah-tengah kemacetan parah yang mengular, dan bahkan saya tidak pernah tahu kapan akan berakhir. Saya tetap saja tergoda untuk mengulang pengalaman yang sama setiap tahunnya. Walau berkali-kali saya sudah bersumpah tidak akan mau lagi mudik. Anehnya setiap sepuluh hari terakhir Ramadhan menjelang Idul Fitri. Hati saya selalu saja terketuk untuk mudik.
Sekalipun dari jauh-jauh hari saya sudah menguatkan hati untuk tidak mudik. Tetap saja, hati saya melumer dengan cepat seiring dengan mulai berakhirnya Ramadhan. Dan akhirnya tahun ini saya mudik.
Spirit Mudik, seperti sudah mendarah daging dalam diri saya dan keluarga. Rasanya tidak lengkap lebaran tanpa mudik. Walau sebetulnya sebagian besar keluarga kami sudah beranak-pinak di Jakarta. Namun kerinduan pada tanah kelahiran orang tua saya di Purworejo seperti memanggil-manggil saya setiap tahunnya.
Mudik bagi sebagaian besar masyarakat Indonesia adalah ritual penting dalam merayakan Lebaran. Rasanya tidak lengkap lebaran tanpa mudik. Setiap tahunnya terjadi eksodus manusia besar-besaran dari kota besar menuju kota kecil. Jakarta yang penuh, tiba-tiba menjadi lengang karena kehilangan hampir 70 persen dari warganya yang merayakan lebaran bersama sanak-famili di kampung halaman.
Semua orang yang merasa memiliki kampung halaman merasa terpanggil untuk mudik. Tak peduli berapa banyak rupiah, waktu dan tenaga yang harus dikorbankan demi mencapai kampung halaman. Segala daya upaya dikerahkan, dari antri tiket bis, kereta, pesawat dan kapal laut, menyewa kendaraan, mengendarai motor, bahkan tidak sedikit yang menggunakan kendaraan untuk mencari nafkah seperti bajaj ataupun angkut. Subhanallah!
Ritual mudik pun menjadi berkah bagi banyak orang. Pemilik kendaraan sewaan, restoran pinggir jalan, calo, bahkan pemilik rumah di pinggir jalan yang dilalui jalur mudik. Tiba-tiba bertebaran penjual-penjual makanan dan minuman karbitan yang menangguk untung di musim mudik.
Kemarin malam saya meninggalkan istana saya di kawasan Bintaro selepas Isya. Keluar tol Cikampek tepat pukul 3.30 dini hari. Setelah sempat berburu makanan sahur di sekitar pintu keluar Tol Cikampek, saya dan rombongan melajukan mobil di tengah lengangnya jalanan pagi menuju Masjid terdekat di Desa Cipendeuy, Subang untuk melaksanakan shalat Subuh pada pukul 5.15. Daerah ini merupakan Wilayah Perkebunan PTPN VIII Jalupang. Dan jam delapan, saya masih ada di sini di depan masjid dalam antrian kendaraan yang mengular. Tak tahu gerangan apa yang terjadi.
Sempat terpikir untuk menyerah dan putar arah kembali ke Bintaro. Tetapi… ah. Bayangan Kupat Sumpil, Kupat Tahu, dan Tempe Mendoan khas Purworejo semakin membulatkan tekad saya untuk kembali meneruskan perjalanan.
Lama-kelamaan rasa kesabaran saya pun habis. Belum lagi koneksi internet yang tak berfungsi. Saya pun mulai mengirimkan SMS ke semua kenalan saya berisi:
“ Hua…Somebody help me. Masih di Cipendeuy Subang, Areal Perkebunan Jalupang PTPN VIII. Tidak bergerak. Stuck! Kenal polisi sini gak?”
Balasan pertama dari seorang kru Holiday Travel Metro TV Biro Yogya yang bertugas di Tegal. Mas Bintang hanya menyarankan sabar, kemungkinan besar pasar tumpah.
Lama kelamaan saya mulai jengkel. Hingga berkompi-kompi polisi menyisir jalan, dan ajaib. Jalan yang semula macet total, berubah menjadi lancar. Mata saya yang sayu berubah menjadi berbinar-binar. Saking bahagianya, saya membuka kaca jendela mobil dan berteriak kegirangan kepada gerombolan polisi pengawal. “ Terima kasih, pahlawanku!” dengan mata yang berkerjap-kerjap. Tentu saja para polisi memandang saya dengan tatapan bingung. Saya masih memandang mereka seperti gadis kecil yang bertemu Superhero untuk menyelamatkan dirinya yang di ujung tanduk. Akhirnya sang pahlawan pun melemparkan senyum ke arah saya.
Saya pun mengirimkan sms ke seluruh teman saya untuk mengucapkan terima kasih. Walau saya tidak tahu pasti, malaikat mana yang merespon SMS saya dengan menghubungi berkompi-kompi polisi untuk mengamankan jalan macet yang saya lalui.
“Ok, Good Job! My Hero…” Dengan segala hormat saya acungkan jempol pada Polantas Subang.

Terlepas dari kemacetan parah di Subang, kini giliran bermacet-macet ria di Sumedang. Sambil berharap semoga petang ini saya sudah bisa berbuka dengan makanan khas Purworejo.

Sekian pantauan dari Jalur Pantura. Silahkan lihat hasil jepretan alakadarnya dari Blackberry saya. Nantikan laporan berikutnya!

“ Salam Mudik”

arusbawah.com adalah sarana komunikasi Rakyat untuk menyampaikan gagasan, fikiran, kritik, saran dan usul yang disampaikan secara terbuka sehingga langsung dapat mempengaruhi opini publik sekaligus dapat mempengaruhi para pengambil kebijakan. Kedaulatan ekonomi, politik dan kebudayaan adalah pilar yg utama guna membangun kemandirian bangsa Perubahan yang diharapkan adalah perubahan kearah yang lebih baik dan suatu perubahan bukan kita tunggu jatuh dari langit...Tapi harus digerakkan oleh tangan kita semua, karena nasib satu bangsa tidak akan pernah berobah, sebelum bangsa itu sendiri yg merobahnya...!!...Amin.. ARUS BAWAH.COM *LIHAT FAKTA BUKA WACANA*. DITERBITKAN OLEH :YAYASAN BAITUL MUAMALAH INDONESIA YBMI- Notaris H.SOEKRAWINATA.SH no 01 Tgl 03-02-1999 STTO SOSPOL. No 220/-16/BINUM/IV/1999 SKD-No 503/32-KEC/IV/1999-13 April 1999 STPS No 467/922/SPM-MJL SK PROP JABAR No.062/800/PRKS/2004 Anggota BKSLP5K No.087-11 Desmber 1999 TDP No. 10235606511 TDUP No. 00122/10-24/TDUP/V/1999 NPWP No. 1. 798. 717. 3. 426 BANK. BRI Abdul Patah Cikijing No.Rekening :1108-01-001830-50-8 a/n Tatang Sofyan Iskandar BANK BNI Cabang Pembantu Cikijing No.Rekening : 0201108064 a/n Tatang Sofyan Iskandar PENDIRI : TATANG SOFYAN ISKANDAR. PEMIMPIN PERUSAHAAN : AHMAD MUKHLIS. WAKIL PEMIMPIN PERUSAHAAN : ADITYA WARDHANI SOFIE PEMIMPIN UMUM/REDAKSI/PENJAB ; TATANG SOFYAN ISKANDAR WAKIL PEMIMPIN REDAKSI : TOTONG SUGIHARTO DEWAN REDAKSI : ANDRIE M AMk. DADAN. T. SUGIHARTO, A. BAHTIAR ADIWIJAYA TUBAGUS RIYADI HARYONO. KUSMAYADI BURHANUDIN.SH.KORDINATOR LIPUTAN NASIONAL : NANA HELIANA.TASIMPERMANA.YUDI NURYAMAN,ABDUL ROHMAN,SAFRUDIN, ERNA RATNA NINGSIH, EDI SUPRIYADI, IDUN HAMID,DANI HERMAWAN. KORDINATOR WILAYAH JAWA BARAT : DADAN,KORDINATOR LIPUTAN JAWA BARAT :WAWAN ASSESOSIAWAN ,KORDINATOR WILAYAH PRIANGAN TIMUR; AGUS HERMAWAN PUTRA BIRO CIREBON INDRAMAYU:NANASURYANA.BIROKUNINGAN :WAWAN GUNAWAN BIRO MAJALENGKA : DEDY HERNAWAN, ATOY , YAYAN MULYANA, KUSTOLANI BIRO CIAMIS:DEDI RUKHMAYADI ,HERYANTO, LEPI RAHMAT FAUZI, M.HASIM BIRO : TASIK,GARUT, SUMEDANG : TOTONG KORDINATOR WILAYAH JAWA TENGAH : NUR ASRIPUDIN KORDINATOR WILAYAH JAWA TIMUR : TUBAGUS RIYADI HARYONO. KORDINATOR WILAYAH BALI, NTB,NTT : I GUSTI PANJI MALELA KORDINATOR WILAYAH KALIMANTAN : NUR ISMAIL KORDINATOR WILAYAH SUMATERA : UJANG, KORNEL SIJABAT,JASPIS PANJAITAN. Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.untuk Reporter /wartawan media on line arusbawah.com dibekali dengan Tanda Pengenal dan surat tugas.
Bookmark and Share
SELAMAT DATANG DI MEDIA ONLINE ARUSBAWAH " LIHAT PAKTA BUKA WACANA TERIMA KASIH ANDA TELAH KUNJUNGI " KAMI KAMI SIAP MELAYANI ANDA " SEMOGA BERMANFAAT "
 

mol

Ekonomi

Serba-serbi

INTERNATIONAL

Politik

Berita Budaya

Hukum

METROPOLITAN

kosong

...

Budaya

HAM

hukum 2

PENDIDIKAN

kosong

.

Musik dan Olahraga

Sosial

POTO/VIDEO

SPORT

.

POLITIK

kosong

.

Serba-Serbi

Arus Bawah Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template Modifikasi: tatang sofyan iskandar: cfdarusbawah