. Arus Bawah: KORUPSI DAN BURUNG UNTA

Minggu, 01 Agustus 2010

=>

KORUPSI DAN BURUNG UNTA

Sebuah mimpi hanyalah bunga tidur.Begitu kata orang bijak pada masa lalu, bahkan pada era digital kini tafsiran soal mimpi itu masih melekat kuat. Tetapi ketika seorang Kwik Kian Gie bermimpi menjadi seorang koruptor,banyak orang terperangah, mantan Menteri yang suka ceplas-ceplos itu tidak sekadar bermimpi. Entah sungguh-sungguh bermimpi atau sekadar menyikut perilaku segelintir pejabat di negeri ini, mimpi Kwik adalah personifikasi carut-marut perekonomian dan politik negeri ini.maka, saya pun latah pula bermimpi. Dalam mimpi saya berdiskusi dengan Kwik dan meminta dia kembali bermimpi tentang petani di negeri ini. Tetapi Kwik menolak bermimpi tentang petani, bukan karena tidak paham soal petani, tapi ia takut akan banyak yang memintanya bermimpi tentang soal lain. Padahal, katanya, menyelesaikan masalah petani, buruh, PNS, dan UKM, harus dimulai dari akar masalah, bukan akibat masalah dan ia juga khawatir setelah 100 hari kabinet SBY bekerja, SBY akan menambah kementeriannya dan dia ditunjuk sebagai menteri negara urusan mimpi. Dengan nada sedih dia mengatakan negara kita menghadapi masalah, ibarat tanpa ujung pangkal, kita harus mampu bangkit dari helpessness syndrome atau sindrom kepapaan. Memang kita sedang dilanda kebingungan.kita menjadi konyol seperti orang kehilangan pegangan atau seperti orang dungu yang tidak berpendidikan saja. Artinya, kalau kehabisan uang lalu merasa papa, kemudian ngawur menjual barang-barang yang dimiliki. Berapapun harganya, asal dapat uang untuk memenuhi kebutuhan. Anda harus mengerti ekonomi kita telah dirusak spekulan spekulan asing, ujarnya. Mereka main "Soros-Sorosan" dan mempermainkan rupiah kita sebagai komoditas perniagaan. Krisis moneter kita tidak lepas dari main "Soros-Sorosan" ini. Mereka mempermainkan kredit jangka pendek. Lalu hancurlah perekonomian kita oleh krisis moneter. Mendengar cerita ini saya lantas menimpalinya, ya...itu kan cerita dulu pada zaman cabinet reformasi, tapi terus Kwik memotong, ndak, ndak, begini ya, mengapa saya mengatakan demikian? Di satu pihak APBN membutuhkan dana dari daya jual BPPN. Di lain pihak saya selalu mencemaskan aset negara dijual almarhum BPPN dengan harga murah dan penuh tekanan. Sebagian yang lain adalah tentang banyaknya di antara pengusaha kita yang terang-terangan main mark up, yang sejak semula memang mau ngemplang, merampok BLBI dan KLBI serta kredit kredit perbankan lainnya. Maka terjadilah kehancuran perusahaan perusahaan Indonesia dengan parahnya. Lalu jadilah, ada "nilai buku" dan ada pula "nilai riil" di BPPN. Beda antara "nilai buku" dan "nilai riil" adalah kerugian negara dan rakyat, sementara itu oknum debiturnya kaya raya. Masih dengan gaya ceplas-ceplosnya. Dan di akhir ungkapannya dia mengatakan, "Saya menyadari sangatlah banyak yang harus dan belum dikerjakan untuk bangsa ini karena selama ini telah terjadi penggusuran orang miskin, tetapi tidak menggusur kemiskinan." Langkah penting pertama adalah menggusur koruptor, itulah sebabnya saya hanya inginmerasakan bagaimana menjadi koruptor walaupun hanya dalam mimpi. Karena untukmemberantas korupsi harus dilakukan orang yang berpengalaman korupsi, sekurang-kurangnya menjadi koruptor walaupun dalam mimpi.
Saya pun terjaga dari mimpi itu, lantas merenungkan tentang diskusi singkat dengan Kwik itu. Saya teringat akan pertanyaan Sor Juana de la Cruz, penyair besar Meksiko pada abad ke-17 dia bilang, "Siapa yang paling bersalah dalam dosa bersama? Si perempuan yang menjual dosa, atau si lelaki yang membeli dosa?" Sudah tentu penyair itu bermaksud menyingkapkan kemunafikan lelaki yang mengecam moral perempuan yang dijadikannya pasangan sesaat. Saya yakin kata-kata penyair itu berlaku pula bagi zaman kita sekarang ini, di dunia tempat para pendosa berlindung di balik kekayaan dan kekuasaan. Korupsi perlu dua pihak, pihak yang  memberi dan pihak yang menerima.Sesungguhnya dapatlah kita akui secara jujur penetrasi korupsi di Indonesia sudah demikian merasuk segala bidang kehidupan masyarakat dan sistem yang berlaku, hingga sulit rasanya menemukan anggota masyarakat yang tak pernah terlibat atau bersentuhan dengan korupsi, karena sistem yang berlaku adalah sistem yang koruptif. Anggota masyarakat yang paling bermoral tinggi pun terpaksa bersentuhan dengan korupsi ketika ia minta pelayanan dari kantor-kantor pelayanan masyarakatyangmengemas korupsinyadengan terminologi"uangadministrasi"; "uang pengganti kertas"; "harga formulir"; untuk mengurus perizinan atau surat keterangan, dan "uang pendaftaran";"uangtranspor"; "uang rokok"; bahkan "uanglelah" untuk pelayanan dan masih banyak lagi istilah lain yang membuat masyarakat lupa,sebenarnya sebagai pembayar pajak, anggota masyarakat berhak memperoleh layanan secara gratis. Sulit diterima akal kalau korupsi yang secara teoretis merusak sistem perekonomian, di Indonesia ternyata justru menjadi semacam minyak pelumas mesin perekonomian. Korupsi yang seharusnya diberantas para alat negara penegak hukum, ternyata justru membiayai penegakan hukum. Cobalah kita bayangkan berapa banyak perusahaan yang menampung ribuan tenaga kerja ternyata perusahaan yang dimodali uang hasil korupsi. Rakyat Indonesia dapat melihat dengan jelas perusahaan manufaktur, transportasi, bank, yang modalnya hasil dari KKN, baik modal finansial maupun fasilitasnya. Tengoklah ketika pegawai negeri menerima gaji sebulan setara dengan 60 dolar AS hingga 300 dolar AS, sementara anak anak pejabat tinggi menikmati fasilitas kredit dari bank-bank BUMN lengkap dengan fasilitas perizinan perusahaan yang memperoleh fasilitas grace period bagi pembebasan pajak dan bea masuk selama sekian tahun. Tapi, di lain pihak, tidak dapat dimungkiri perusahaan perusahaan milik pejabat atau kerabatnya itu telah mengurangi angka pengangguran, terutama pada tahun-tahun sebelum mengalami krisis. Selanjutnya dalam penegakan hukum, terkadang kita menemukan hal aneh ketika penyidik "terpaksa berdamai" dengan tersangka satu perkara kecil karena penyidik perlu membiayai.[.bersambung ].
arusbawah.com adalah sarana komunikasi Rakyat untuk menyampaikan gagasan, fikiran, kritik, saran dan usul yang disampaikan secara terbuka sehingga langsung dapat mempengaruhi opini publik sekaligus dapat mempengaruhi para pengambil kebijakan. Kedaulatan ekonomi, politik dan kebudayaan adalah pilar yg utama guna membangun kemandirian bangsa Perubahan yang diharapkan adalah perubahan kearah yang lebih baik dan suatu perubahan bukan kita tunggu jatuh dari langit...Tapi harus digerakkan oleh tangan kita semua, karena nasib satu bangsa tidak akan pernah berobah, sebelum bangsa itu sendiri yg merobahnya...!!...Amin.. ARUS BAWAH.COM *LIHAT FAKTA BUKA WACANA*. DITERBITKAN OLEH :YAYASAN BAITUL MUAMALAH INDONESIA YBMI- Notaris H.SOEKRAWINATA.SH no 01 Tgl 03-02-1999 STTO SOSPOL. No 220/-16/BINUM/IV/1999 SKD-No 503/32-KEC/IV/1999-13 April 1999 STPS No 467/922/SPM-MJL SK PROP JABAR No.062/800/PRKS/2004 Anggota BKSLP5K No.087-11 Desmber 1999 TDP No. 10235606511 TDUP No. 00122/10-24/TDUP/V/1999 NPWP No. 1. 798. 717. 3. 426 BANK. BRI Abdul Patah Cikijing No.Rekening :1108-01-001830-50-8 a/n Tatang Sofyan Iskandar BANK BNI Cabang Pembantu Cikijing No.Rekening : 0201108064 a/n Tatang Sofyan Iskandar PENDIRI : TATANG SOFYAN ISKANDAR. PEMIMPIN PERUSAHAAN : AHMAD MUKHLIS. WAKIL PEMIMPIN PERUSAHAAN : ADITYA WARDHANI SOFIE PEMIMPIN UMUM/REDAKSI/PENJAB ; TATANG SOFYAN ISKANDAR WAKIL PEMIMPIN REDAKSI : TOTONG SUGIHARTO DEWAN REDAKSI : ANDRIE M AMk. DADAN. T. SUGIHARTO, A. BAHTIAR ADIWIJAYA TUBAGUS RIYADI HARYONO. KUSMAYADI BURHANUDIN.SH.KORDINATOR LIPUTAN NASIONAL : NANA HELIANA.TASIMPERMANA.YUDI NURYAMAN,ABDUL ROHMAN,SAFRUDIN, ERNA RATNA NINGSIH, EDI SUPRIYADI, IDUN HAMID,DANI HERMAWAN. KORDINATOR WILAYAH JAWA BARAT : DADAN,KORDINATOR LIPUTAN JAWA BARAT :WAWAN ASSESOSIAWAN ,KORDINATOR WILAYAH PRIANGAN TIMUR; AGUS HERMAWAN PUTRA BIRO CIREBON INDRAMAYU:NANASURYANA.BIROKUNINGAN :WAWAN GUNAWAN BIRO MAJALENGKA : DEDY HERNAWAN, ATOY , YAYAN MULYANA, KUSTOLANI BIRO CIAMIS:DEDI RUKHMAYADI ,HERYANTO, LEPI RAHMAT FAUZI, M.HASIM BIRO : TASIK,GARUT, SUMEDANG : TOTONG KORDINATOR WILAYAH JAWA TENGAH : NUR ASRIPUDIN KORDINATOR WILAYAH JAWA TIMUR : TUBAGUS RIYADI HARYONO. KORDINATOR WILAYAH BALI, NTB,NTT : I GUSTI PANJI MALELA KORDINATOR WILAYAH KALIMANTAN : NUR ISMAIL KORDINATOR WILAYAH SUMATERA : UJANG, KORNEL SIJABAT,JASPIS PANJAITAN. Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.untuk Reporter /wartawan media on line arusbawah.com dibekali dengan Tanda Pengenal dan surat tugas.
Bookmark and Share
SELAMAT DATANG DI MEDIA ONLINE ARUSBAWAH " LIHAT PAKTA BUKA WACANA TERIMA KASIH ANDA TELAH KUNJUNGI " KAMI KAMI SIAP MELAYANI ANDA " SEMOGA BERMANFAAT "
 

mol

Ekonomi

Serba-serbi

INTERNATIONAL

Politik

Berita Budaya

Hukum

METROPOLITAN

kosong

...

Budaya

HAM

hukum 2

PENDIDIKAN

kosong

.

Musik dan Olahraga

Sosial

POTO/VIDEO

SPORT

.

POLITIK

kosong

.

Serba-Serbi

Arus Bawah Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template Modifikasi: tatang sofyan iskandar: cfdarusbawah